Di Temanggung Muncul Kluster Covid-19 dari Rombongan Piknik Setelah Satu Orang Meninggal

BNews—TEMANGGUNG— Belum selesai penanganna kluster kondangan, kini muncul klaster baru di Temanggung. Namanya kluster piknik.


Kluster piknik ini muncul setelah rombongan asal Kabupaten Temanggung berwisata ke Banjarnegara.


“Kemarin ada satu rombongan warga Parakan Kauman yang melakukan piknik ke wisata air di Banjarnegara, saat pulang dari wisata air ini ada satu orang yang sakit lalu meninggal dunia dan saat dilakukan tes usap ternyata positif Covid-19,” kata Bupati Temanggung M Al Khadziq kepada sejumlah media.


Rombongan piknik itu kemudian menjalani swab masal. “Kemudian, satu rombongan piknik itu kita tes usap dan ada 9 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.


Bupati menuturkan di Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan ini sekarang ada dua klaster yang sedang dilakukan pelacakan kontak erat dan ditangani untuk dibawa ke lokasi karantina.

Bupati mengatakan kasus menonjol ada di Parakan. Ada beberapa titik yang sekarang sedang ditangani secara serius, yaitu ada di Kelurahan Walitelon ada suatu kasus yang melibatkan 4 orang positif Covid-19, kemudian juga ada di Kecamatan Kaloran dan Kecamatan Kandangan.

“Selain itu ada satu pondok pesantren yang sudah kita lakukan penanganan. Insya Allah dengan penanganan ini bisa kita bendung penyebaran kasusnya,” katanya.

Bupati menjelaskan kemarin ada di ponpes di Pare ada 3 santri yang positif Covid-19 tetapi sudah dikarantina dan sudah dilakukan tes usap kepada santri-santri yang lain ternyata tidak menularkan ke yang lain, jadi sudah teratasi kasusnya.


Lebih lanjut, dia menyampaikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung sekarang mulai menerapkan pengetatan lagi.

Selain itu, terus melakukan kampanye-kampanye kepada masyarakat terhadap mereka yang positif dilakukan pelacakan kontak eratnya dan yang positif diminta untuk karantina di kabupaten.


“Kalau yang bersangkutan tidak mau karantina di kabupaten dia harus menandatangani surat pernyataan dan harus ada surat kesanggupan dari pihak desa dan juga Satgas Jogotonggo setempat agar yang bersangkutan tidak keluar rumah selama masa karantina,” katanya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: