Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ribuan Kampung Nelayan Akan Dibangun, Ini Dampak Besarnya bagi Ekonomi Indonesia

Ribuan Kampung Nelayan Akan Dibangun, Ini Dampak Besarnya bagi Ekonomi Indonesia

  • calendar_month 0 menit yang lalu


BNews—NASIONAL — Pemerintah terus mempercepat transformasi ekonomi kawasan pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas bagi nelayan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari prioritas nasional dalam delapan klaster program Presiden yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pemerataan ekonomi di kawasan pesisir.

“Pemerintah ingin nelayan tidak lagi hanya menjual hasil tangkapan, tetapi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang lebih besar. KNMP menjadi pusat produksi, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi hasil perikanan, sehingga nilai tambahnya dinikmati masyarakat pesisir,” ujar Zulkifli Hasan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga tahun 2029. Pada tahap awal, sebanyak 1.369 kawasan ditargetkan terbangun hingga akhir 2026.

Saat ini, pembangunan tahap pertama telah rampung 100 persen di 65 lokasi yang tersebar di 25 provinsi. Sementara itu, pembangunan tahap kedua sedang berlangsung di 35 lokasi dan ditargetkan selesai secara bertahap pada Agustus 2026.

Di Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah telah membangun enam kawasan Kampung Nelayan Merah Putih yang berada di Kabupaten Takalar, Bone, Jeneponto, Bulukumba, Sinjai, serta Kota Makassar.

Salah satu kawasan yang siap beroperasi adalah KNMP Untia di Kota Makassar. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat ekonomi nelayan terpadu dengan dukungan 193 nelayan aktif dan 101 armada kapal yang mampu menghasilkan sekitar 450 ton ikan setiap tahun. Komoditas utama yang dihasilkan meliputi ikan kembung, layang, tembang, hingga kepiting.

CEK BERITA UUPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Untuk menunjang aktivitas nelayan, KNMP Untia dilengkapi berbagai fasilitas seperti dermaga, bengkel dan docking kapal, kios perbekalan, pabrik es, cold storage, hingga sentra kuliner.

Keberadaan fasilitas tersebut dirancang untuk menekan biaya operasional nelayan, menjaga kualitas hasil tangkapan, sekaligus memperluas akses pemasaran ke berbagai daerah.

Manfaat program ini pun mulai dirasakan masyarakat. Pabrik es memudahkan nelayan memperoleh pasokan es sebelum melaut sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Sementara cold storage memungkinkan hasil tangkapan disimpan lebih lama sebelum dipasarkan menggunakan kendaraan berpendingin.

Menurut Zulkifli Hasan, kapasitas penyimpanan dan distribusi tersebut juga membuka peluang agar hasil perikanan masyarakat dapat terserap untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasional, termasuk mendukung pasokan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau rantai pasoknya kuat, nelayan untung, masyarakat mendapat ikan yang berkualitas, dan kebutuhan pangan nasional juga terpenuhi. Inilah yang ingin dibangun pemerintah melalui Kampung Nelayan Merah Putih,” tegasnya.

Pemerintah berharap KNMP Untia dapat menjadi contoh pengembangan kawasan pesisir yang tidak hanya menghadirkan infrastruktur pendukung, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan nelayan, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari sektor kelautan dan perikanan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less