Disdikbud Kabupaten Magelang Gelar Berbagai Lomba, Termasuk FLS2N Secara Luring

BNews–MAGELANG– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Magelang kembali menggelar berbagai perlombaan tingkat pelajar SMP Negeri dan Swasta Se Kabupaten Magelang. Dan kali ini dilakukan secara luring setelah dua tahun sebelumnya hanya dilakukan secara daring.

“Berbagai macam lomba ini telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Hal ini bertujuan unutk mencari bibit unggul unutk bersaing di tingkat provinsi, bahkan nasiona. Sesuai dengan tindak lanjut dari program Kemendikbud Ristek terutama soal prestasi nasional,” kata Muh Ruhayat Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Magelang.

Muh Ruhayat yang juga sebagai koordinator seluruh program perlombaan menyampaikan bahwa nantinya hasil dari perlombaan ini akan berlanjut ke jenjang berikutnya. “Nanti perwakilan dari kabupaten akan bersaing di tingkat provinsi, lalu maju ke tingkat nasional. Kegiatan ini diikuti oleh SMP se-Kabupaten Magelang, baik negeri maupun swasta,” imbuhnya.

Ditegaskan kembali olehnya, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengaktualisasikan potensi siswa, dari segi minat maupun bakatnya. Para siswa yang berpotensi di bidang tertentu dapat menampilkan kemampuannya.

“Tentunya yang mewakili di tingkat kabupaten adalah anak-anak terbaik di tingkat sekolah masing-masing,”tegasnya.

Selain itu, lanjutnya hal ini juga memberikan kesempatan kepada siswa yang berprestasi. Jika nantinya siswa tersebut meraih juara di tingkat kabupaten hingga nasional, akan memudahkannya saat mendaftar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, termasuk ke sekolah yang diinginkan.

Kegiatan tersebut meliputi Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang rampung dilaksanakan. “Beruntung, ada perwakilan dari Kabupaten Magelang yang lolos maju di tingkat nasional. Ada pula Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) yang terdiri dari dua cabang, yakni karate dan pencak silat,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara untuk Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), ia menyebutkan ada beberapa cabang. “FLS2N diantaranya ada lomba musik tradisional yang bertempat di Lapangan drh. Seopardi, festival’  kreatifitas tari di Tourism Information Centre (TIC) Borobudur,  menyanyi tunggal, dan desain poster digital di kantor Disdikbud,” ujarnya.

Nantinya, kata Muh Ruhayat untuk juara satu dan dua pada cabang tersebut bakal mewakili Kabupaten Magelang untuk bersaing di tingkat provinsi, kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Adapun dewan juri berasal dari Disdikbud maupun tokoh profesional di bidangnya.

“Hal ini guna menjamin keobjektifan dari lomba tersebut,” jelasnya.

Namun, katanya ada dua cabang yang hanya diperuntukkan tingkat kabupaten. Yakni lomba desain motif batik di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magelang dan seni kriya di GOR Gemilang.

Peserta dari SMP N 2 Sawangan saat ikuti salah satu cabang lomba FLS2N yang digelar Disdikbud Kabupaten Magelang
Peserta dari SMP N 2 Sawangan saat ikuti salah satu cabang lomba FLS2N yang digelar Disdikbud Kabupaten Magelang

“Kami tidak memasang target yang tinggi. Lantaran kondisi sekarang masih dalam tahap bangkit dari pandemi. Dia juga menyadari, dari tahap pembinaan tiap sekolah juga belum maksimal dibanding sebelum pandemi. Setidaknya bisa bersaing di tingkat provinsi karena kami belum berani yang muluk-muluk,” kata dia.

Dia menyebut, dari 132 SMP se-Kabupaten Magelang, yang berpartisipasi dalam kegiatan ini berkisar 80 persen. Mengingat masih dalam kondisi pandemi sehingga belum bisa diikuti secara maksimal. Sebelumnya, setiap sekolah memang mengirim perwakilan siswanya.

“Tapi, tahun ini belum berani mengondisikan semua sekolah untuk mengirimkan perwakilannya,” ungkapnya.

Kendati tidak semua cabang terwakili, setidaknya ada beberapa cabang di tiap sekolah yang bisa mengirimkan perwakilan siswanya. Kesempatan seperti ini, kata dia, cukup bagus agar siswa mempunyai wacana soal seni. Selain itu, juga menambah pengalaman dalam berlomba di bidang seni.

Tahun ini, dia menyebut, semua kegiatan dilaksanakan secara mandiri oleh MKKS melalui kontribusi dari setiap sekolah yang mengikuti lomba.

“Hal ini lantaran tidak adanya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari Disdikbud. Sehingga mandiri melaksanakannya,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!