Pembentukan Kampung Iklim Di Magelang, Yayasan Bintari Gandeng Warga Disabilitas

BNews–MAGELANG– Yayasan Bintari Semarang menggandeng Pemkab Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pembentukan kampung iklim (Proklim). Dimana hal tersebut guna mendukung gerakan Antisipasi Perubahan Iklim (API) kedepannya.

Dan pada kesempatan ini, Yayasan Bintari berperan menjadi pendamping dalam program tersebut yang dilaksanakan di dua Desa di Kabupaten Magelang. Yakni Desa Giripurno Kecamatan Borobudur dan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman.

Dan untuk program Kampung Iklim kali ini berbeda dari sebelumnya. Karena kali ini melibatkan dan fokus kepada masyarakat penyandang disabilitas.

Program Manager Yayasan Bintari Arif Ristanto mengerangkan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim. Dua desa tersebut lantas dipilih karena memiliki risiko dampak perubahan iklim, salah satunya terkait kebencanaan tanah longsor.

 Tidak hanya untuk mitigasi bencana, tapi juga untuk meningkatkan potensi ekonomi melalui usaha-usaha pelestarian lingkungan.

“Program ini menarik jika hanya menyentuh kelompok tertentu. Ada kelompok berisiko yang belum banyak menjadi fokus di program pemerintah, seperti kelompok penyandang disabilitas,” katanya.

“Kami ingin mengajak mereka dalam semua aktivitas. Teman-teman dsabilitas harus dibangun kesadaran untuk percaya diri,” tandasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ninik Daniyati selaku Kasi Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup ,DLHK Provinsi Jateng yang turun hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi dalam program kali ini. Hal tersebut karena pihak pendamping juga melibatkan masyarakat disabilitas.

“Tentunya ini hal yang cukup baik dalam program nasional ini. Dan penglibatan warga disabilitas ini bisa menjadikan contoh untuk wilayah lain,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris DLH Kabupaten Magelang Joko Sudibyo berharap para penyandang disabilitas bisa berperan aktif. Punya kedudukan yang sama dengan nondisabilitas. “Mudah-mudahan program ini bisa menginspirasi. Bukan hanya di kegiatan proklim. Tapi di kegiatan apapun,” tuturnya.

Nur Rahmat Sholeh, penyandang disabilitas sekaligus Kepala Dusun Tledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Kajoran, pun mengapreasi keputusan DLH untuk menggandeng disabilitas dalam proklim. Menurutnya, hal ini bisa mendorong banyak pihak untuk turut menyukseskan program ini. “Karena yang disabilitas aja ikut,” kata Nur.

“Buat teman-teman penyandang disabilitas, tetap semangat dan jangan malu dengan keadaan kita,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: