Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Rp1,06 Triliun, Ini Sektor yang Disasar
- calendar_month 57 menit yang lalu

Perkuat Kolaborasi, Jateng-Aceh Teken Kerja Sama Ekonomi Senilai Rp1,06 Triliun
BNews-JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Aceh resmi menjalin kerja sama lintas sektor dengan nilai mencapai Rp1,06 triliun. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat sinergi pembangunan antardaerah.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (23/4/2026). Kesepakatan tersebut berlaku selama satu tahun sejak ditandatangani.
Kerja sama ini mencakup berbagai sektor strategis. Untuk kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kedua provinsi, nilai kerja sama mencapai Rp138,56 miliar. OPD yang terlibat meliputi Dinas Ketahanan Pangan, DPMPTSP, Disperindag, Disnakertrans, serta Disparekraf.
Selain itu, kerja sama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki nilai terbesar, yakni Rp696,2 miliar. Kolaborasi ini melibatkan PT JTAB dan PT JPEN dengan PT Pembangunan Aceh (Pema), serta Bank Jateng bersama Bank Syariah Aceh.
Sementara itu, kerja sama antar asosiasi seperti Kadin Jateng dan Hipmi Jateng dengan Kadin Aceh dan Hipmi Aceh mencapai Rp230 miliar. Adapun kerja sama antarkabupaten, yakni antara Kabupaten Klaten dan Gayo Lues di bidang pariwisata, budaya, dan industri, bernilai Rp1 miliar.
“Kita melakukan kerja sama business to business (B to B) mulai dari OPD, BUMD, serta Hipmi dan Kadin. Nilainya sekitar Rp1,06 triliun. Ini menjadi potensi awal untuk kita kembangkan di masing-masing daerah,” kata Luthfi disela acara.
Luthfi menegaskan, kerja sama ini merupakan bagian dari konsep collaborative government atau pemerintahan kolaboratif. Melalui skema ini, setiap daerah dapat saling melengkapi potensi yang dimiliki sehingga mampu tumbuh dan berkembang bersama, sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Muzakir Manaf menilai Jawa Tengah sebagai provinsi dengan jumlah penduduk besar dan potensi ekonomi yang kuat. Ia juga menilai kepemimpinan Ahmad Luthfi mampu mengoordinasikan jajaran pemerintahan secara efektif dari tingkat atas hingga bawah.
Kerja sama antara kedua provinsi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah serta meningkatkan hubungan antarwilayah, khususnya di bidang perdagangan dan tata kelola pemerintahan.
“Kita berharap ini memberikan motivasi lebih kepada kami untuk membangun Aceh. Nanti kita lebih sering komunikasi terkait segi perdagangan dan segi aparatur negara,” katanya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar