Dua Residivis Tipu Pedagang Sapi Hingga Ratusan Juta di Kebumen

BNews—KEBUMEN—Dua residivis asal Boyolali kembali berurusan dengan polisi karena kasus penipuan. Keduanya menipu dan membawa kabur tujuh ekor sapi milik pedagang asal Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.

Diketahui, pelaku berinisial SA,35, warga Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali merupakan residivis kasus penipuan yang baru bebas tiga bulan lalu. Sedangkan pelaku lainnya, FR, 32, warga Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali adalah residivis kasus penggelapan dalam jabatan Tahun 2019 lalu.

”Menurut keterangan, keduanya bersekongkol melakukan aksi itu untuk menebus mobil gadai,” kata Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, kemarin (19/6/2020).

Modus yang dilakukan kedua pelaku, jelas Rudy, dengan berpura-pura menjadi pembeli sapi yang ditawarkan melalui grup penjualan di media sosial. Kemudian mereka melihat postingan korban dan sepakat untuk menipunya.

”Pada tanggal 26 April 2020, korban dan pelaku sepakat melakukan COD (Cash On Delivery) di Kecamatan Ambal,” jelasnya.

Ketika COD terebut, lanjutnya, pelaku menyanggupi membeli tujuh ekor sapi dengan total  harga Rp202.500.000,00. Namun pelaku memberi syarat yakni sapi tersebut harus diantar ke Boyolali dan dimasukkan ke kandang yang diakui pelaku adalah miliknya.

”Korban pun bersedia. Ketika sapi sudah di Boyolali, pelaku tidak membayar lunas dengan alasan bank tutup pada hari libur dan pembayaran dijanjikan pada hari Senin esok harinya,” papar Rudy.

Pelaku hanya membayar Rp. 20 juta dan berhasil membawa tujuh ekor sapi tersebut. Setelahnya, korban mencoba menghubungi pelaku, namun tak kunjung berhasil sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Korban lantas menelurusi dan diketahui kandang itu bukan milik pelaku. Dia mencoba mencari pelaku namun sudah kabur dan sisa uang pembelian sapi sebanyak Rp182.500.000,00 belum dilunasi,” imbuh Rudy.

Kemudian korban melapor ke pihak kepolisian dan setelah ditindak lanjuti, kedua pelaku berhasil ditangkap. Menurut pengakuan keduanya, sapi tersebut dijual kepada seseorang warga Kabupaten Boyolali.

”Hasil penjualan, diakui pelaku untuk membayar gadai mobil, serta bersenang-senang,” bebernya.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat dengan Pasal 378 KUH Pidana Subsider 372 KUH Pidana. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: