Duh…Cabai Asal Magelang Pun Dikarantina Sebelum Masuk Sumatera

BNews–NASIONAL-– Cabai keriting asal Magelang dan sekitarnya dilakukan karantina oleh Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon. Hal ini guna memastikan kondisi cabai dalam kondisi sehat dan aman (4/6/2020).

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewimelakukan monitoring tindakan karantina terhadap 53,9 ton cabai kriting asal Muntilan, Magelang tujuan kota Padang Sumatera.

“Hal ini dilakukan juga karena adanya peningkatan permohonan tindakan karantina. Tentunya terhadap komoditas asal sub sektor hortikultura ini untuk memasok kebutuhan di pulau Sumatera melalui Pelabuhan Penyeberangan Selat Sunda di Merak,” katanya kemarin (3/6/2020).

Ia mengungkapkan pembatasan yang dibuka bertahap jelang pemberlakuan new normal. “Hal ini karena berdampak cukup signifikan terhadap fasilitasi perkarantinaan untuk antar area,” ungkapnya.

Menurut Arum, lalulintas pengiriman domestik cabe kriting yang melalui wilayah kerjanya pada periode Januari hingga Mei tahun 2019 mencapai 11,5 ribu ton. Dengan pengiriman sebanyak 2.881 kali.

Sementara pada periode yang sama di tahun ini sebanyak 6,6 ribu ton dengan pengiriman sebanyak 1.551 kali.

“Hal ini diakibatkan adanya  pembatasan moda transportasi dan aktifitas lain untuk upaya pencegahan penyebaran pandemi. Diperkirakan dengan adanya musim panen raya cabe kriting, pasokan dapat kembali lancar minimal jumlahnya sama dengan tahun lalu,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, guna memastikan cabai kriting asal Jateng ini sehat dan aman, pihaknya melakukan serangkaian tindakan karantina.  “Kami lakukan serangkaian  pemeriksaan secara visual dengan alat bantu loop. Hal ini guna memastikan tidak adanya tanda dari penyakit yang disebabkan oleh organisme penggangu tumbuhan karantina,” ujarnya.

“Selain itu pengemasan dan alat angkut juga menjadi persyaratan bagi penerbitan surat kesehatan tumbuhan antar area, KT2 sebagai jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyampaikan bahwa seluruh jajarannya yang berada ditiap batas atau border tanah air tetap berjaga. Mereka lakukan pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan juga pakan asal produk pertanian.

“Dimasa pembatasan layanan publik kami tetap berjalan, jadi jelang pemberlakukan “new normal” atau tatanan kenormalan baru ini kami lalukan adaptasi layanan. Semuanya memperhatikan protokol kesehatan” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) untuk tetap terus lakukan produksi sekaligus fasilitasi ekspor produk pertanian bagi seluruh unit kerja Kementan.

Jamil juga menjelaskan, pihaknya lakukan pengawalan terhadap kelancaran distribusi pangan khususnya 11 bahan pangan pokok. Tidak hanya saat dilalulintaskan antar area atau domestik tapi juga saat eksportasi.

“Harus mendapatkan rekomendasi ditjen teknis di Kementan. Pastikan kebutuhan domestik cukup, baru dapat diloloskan ekspor,” pungkasnya. (*/Lubis)l.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: