Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Penyebab Cuaca Panas di Wilayah Jogja, Magelang Dan Sekitarnya

Penyebab Cuaca Panas di Wilayah Jogja, Magelang Dan Sekitarnya

  • calendar_month Rab, 15 Mar 2023

BNews–JOGJA– Cuaca panas masih terasa, bahkan hingga Selasa 14 Maret 2023. Apakah para pembaca juga merasa kepanasan? Kenapa cuaca di Yogya dan sekitarnya terasa panas akhir-akhir ini?

Senior Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Iqbal Fathoni menjelaskan, cuaca panas berkaitan dengan peralihan musim yang mulai terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

“Saat ini, sebagian wilayah Indonesia selatan ekuator mulai memasuki periode peralihan musim atau pacaroba,” ujarnya, kepada Kompas.com, Senin (13/3/2023).

Kondisi ini mengakibatkan cuaca cerah berawan ada pagi dengan potensi hujan pada siang atau sore hari.

Selain itu, pada Maret hingga Mei, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim pancaroba.

Pada musim peralihan itu, terjadi suhu panas pada pagi hingga siang hari, serta munculnya awan konfektif di sore hingga menjelang malam hari.

Awan kolektif di malam hari ini yang membawa hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISNI)

Di sisi lain, cuaca panas juga disebabkan oleh posisi semu matahari yang sudah berada di sekitar wilayah ekuator, tepatnya di posisi Latitude: 3° 24′ South, Longitude: 80° 28′ East.

“Kondisi ini mengindikasikan penyinaran matahari cukup optimal di sekitar wilayah ekuator,” terang Iqbal.

Adapun wilayah yang memasuki peralihan musim itu, yakni:

  • Sumatera bagian selatan ekuator Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sebagian Kalimantan.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memprediksi bahwa musim kemarau 2023 akan tiba lebih awal dari sebelumnya.

Musim kemarau itu diperkirakan bakal terjadi mulai April 2023. Dilansir dari Kompas.com Sabtu (11/3/2023), berikut beberapa wilayah yang akan memasuki musim kemarau lebih awal:

  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sebagian besar Jawa Timur

Selanjutnya, kemarau diprediksi akan terjadi pada Mei 2023, khususnya di walayah berikut:

  • Sebagian besar Jawa Tengah
  • Yogyakarta
  • Sebagian besar Jawa Barat
  • Sebagian besar Banten
  • Sebagian Pulau Sumatera bagian selatan
  • Papua bagian selatan

Adapun wilayah lainnya yang bakal memasuki musim kemarau pada Juni 2023, yakni:

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISNI)
  • Jakarta
  • Sebagian kecil Pulau Jawa
  • Sebagian besar Sumatera Selatan
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sebagian besar Riau
  • Sebagian besar Sumatera Barat
  • Sebagian Pulau Kalimantan bagian selatan
  • Sebagian besar Pulau Sulawesi bagian utara

BMKG juga memprediksi Fenomena La Nina pada Maret 2023 masih dalam kondisi Netral hingga semester pertama 2023.

Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Yogyakarta, Warjono menyampaikan, hal tersebut diprediksi akan beralih menjadi El Nino pada awal semester kedua dengan peluang kejadian 50 – 60 persen.

“Selain itu anomali suhu muka laut perairan Indonesia pada Maret hingga Mei 2023, didominasi kondisi normal dan akan beralih menuju anomali positif (hangat) pada Juni hingga Agustus 2023,” ucapnya melalui keterangan resmi BMKG Stamet Yogyakarta, Selasa (14/3/2023).

Selanjutnya, terdapat monsun Australia mulai masuk wilayah selatan Equator pada Mei 2023 dengan intensitas relatif sama dengan pola normalnya.


BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan potensi terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan sedang-lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung dapat terjadi pada masa pancaroba.

“Untuk itu BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta menghimbau kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, banjir bandang, serta kerusakan akibat sambaran kilat/petir, angin kencang, hujan es, dan angin puting beliung di wilayah DIY pada siang atau sore hari hingga menjelang malam hari,” pesan Warjono.

“Oleh karena itu diharapkan masyarakat berhati-hati jika beraktifitas di luar rumah, serta mencari informasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan,” tutupnya. (*/kompas)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less