Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Duh…. Kondisi Pasar Sraten Mertoyudan Mengkhawatirkan, Pedagang Mengeluh

Duh…. Kondisi Pasar Sraten Mertoyudan Mengkhawatirkan, Pedagang Mengeluh

  • calendar_month Rab, 1 Nov 2023

BNews-MAGELANG- Pasar tradisional adalah lokasi atau tempat bertemunya penjual dan pembeli di mana terjadi tawar menawar harga. Yakni atas barang-barang yang dijual yang biasanya merupakan barang kebutuhan sehari-hari, hasil pertanian atau hasil laut.

Meski demikan sarana dan prasaran maupun fasilitas yang ada harus mendukung. Meski sudah ada, perawatan juga harus dilakukan.

Seperti di sebuah Pasar Tradisional di Mertoyudan Kabupaten Magelang yang dilihat mulai tidak layak untuk ditempati. Pasar tersebut berada di Dusun Sraten Desa Donorojo, yang sering dikenal dengan nama Pasar Sraten.

“Pasar tersebut dibangun atau mulai ditempati sejak tahun 1990an Pedagangnay pindahan dari Pasar Sraten yang dulu,. Dulu hanya sekitar 50 pedagang dan kini 250 orang pedagang,” kata Indah Fitri Astuti selaku sekertaris Pengelola Pasar Sraten (31/10/2023)

Borobudurnews.com mendapat kesempatan mengecek kondisi sejumlah kios dan los di dalam Pasar Sraten tersebut (31/10). Tampak sejumlah atapnya sudah hampir roboh dan disangga bambu. Sangat membahayakan pemebli dan pedagang.

“Apalagi kalau musim hujan, sangat membahayakan. Lantai pasar tampak masih tanah, bantunan sudah rapuk karena menggunakan kayu. Atap rapuk, kropos dan disangga bambu swadaya sendiri,”

“Saat hujan air juga menggenang karena tidak ada saluran sanitasi. Hanya lubang pembuangan yang kecil. Bahkan dinding toilet juga sudah roboh,” papar Indah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Indah menyebutkan Pasar yang statusnya milik Desa ini juga rawan soal keamanan. “Kurang aman, karena pagar belakang sudah tidak layak. Apalagi dinding toilet yang roboh cuman ditutup benner bekas,” terangnya.

Pasar Sraten memang pasar desa yang dibilang cukup ramai pembeli. 250 pedagang baik los atau lesehan berasal dari berbagai daerah.

“50 persen pedagang yang warga Desa Donorojo, lainnya dari luar,” terang Indah.

Indah menceritakan, pada rahun 2020 awal covid, pernah ada sosialisasi rencana revitalisasi. “Saat itu, banyak pedagang yang setuju. Bahkan yang daftar ada 300 orang. Padahal jumlah yg terdaftar ada 250. Namun gagal karena sejumlah masalah. Salah satunya karena covid,” paparnya.

Oleh karena itu, Indah berharap ada pembenahan pasar sraten ini. “Ya kalau mau ada revitalisasi segera dilaksanakan agar tidak gagal lagi,” harapnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less