IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

DUH…Warga Tempuran Jadi Pemasok Bahan Baku Pabrik Sabu-sabu

BNews–NASIONAL– Pabrik sabu di Pasuruan Jawa Timur dibongkar pihak kepolisian. Dan diketahui pemasok bahan baku merupakan warga Tempuran Magelang Jawa Tengah.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto mengatakan telah mengamankan 9 orang tersangka dengan peran masing-masing. “Kita bongkar pabrik sabu-sabu di Perumahan Alam Sejahtera No. 45, Taman Dayu, Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan 10 Februari 2020 lalu,” katanya (17/2/2020)

Disebutkannya, setelah proses pengembangan, dalam kasus home industri sabu-sabu ini kami membekuk 9 tersangka. Mereka memiliki peran mulai dari pemasok prekursor (bahan baku), pembuat dan pengedar sekaligus kurir sabu-sabu.

“Untuk pemasok prekursor dalam produksi sabu itu adalah Hidayatus Sholikhin, 35, warga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,” imbuhnya.

Sedangkan pembuat sabu ada dua orang yaitu oknum pegiat LSM bernama Yusuf, 32, warga Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ada juga Suwandi, 38, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya,” paparnya.

Tersangka yang bertugas sebagai pengedar antara lain Siswanto, 38, seorang oknum advokat asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ada juga wartawan abal-abal bernama Hananto, 47, warga Dusun/Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

Kemudian Andik Harahap, warga Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan; Andi Ismail, warga Dusun Ngadimulyo, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Samuel, 49, warga Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang serta Heru Sukarianto, 41, warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Selain mengamankan semua jenis perkusor pembuat sabu-sabu, kami mengamankan barang bukti sabu siap jual seberat 20,39 gram,” beber Rofiq.

Dari pemeriksaan terungkap bahwa keterampilan membuat sabu itu didapat tersangka dari seminar-seminar bahaya narkotika yang diikutinya. Salah satu tersangka yang sering mengikutinya yaitu tersangka oknum advokad.

“Para tersangka ini pemakai aktif sabu. Dan mereka ini justru belajar dari seminar-seminar penanggulangan peredaran narkoba yang diikuti,” terang Rofiq.

Untuk memproduksi sabu, para tersangka memerlukan waktu antara dua sampai tiga hari dengan hasil ratusan gram. “Setiap kali produksi, mereka mampu menghasilkan sabu-sabu sebanyak 100 sampai 200 gram,” bebernya.

Untuk peredarannya, sindikat ini menyasar kota-kota besar, mulai dari Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto hingga Malang. “Kami masih mengembangkan kasus ini, utamanya soal asal bahan baku yang mereka dapat. Sebab yang mereka pakai adalah obat daftar G yang hanya bisa membeli dengan pengantar resep dokter,” tegasnya.

Rofiq menyebut lokasi pembuatan sabu ini yakni sebuah rumah kontrakan. Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka mengontrak mulai bulan Oktober 2019. (*/bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: