Dukung Gerakan ‘Jateng Gayeng Telung Ng’, DLH Kota Magelang Garap Proklim

BNews—MAGELANG— Pemerintah Kota Magelang mendukung sepenuhnya gerakan ‘Jateng Gayeng Telung Ng’. Yang mana gerakan itu digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Gerakan ‘Jateng Gayeng Telung Ng’ sendiri meliputi Ngelongi (mengurangi), Nganggo (menggunakan), dan Ngolah (mendaur ulang) Sampah.

Kepala DLH Kota Magelang OT Rustrianto menjelaskan, gerakan ini adalah salah satu upaya dalam mengatasi masalah sampah di Jawa Tengah.

”Beberapa gerakan yang sudah dilakukan dan menjadi fokus Pemkot Magelang, diantaranya, Program Kampung Iklim (Proklim) di RW 13 Kampung Meteseh,”  jelasnya, Rabu (16/6/2021).

”Di kampung ini sudah dimulai tahapan-tahapan penataan lingkungan diantaranya menata puluhan titik biopori (resapan air) hingga penanaman pohon keras dan buah di pinggir Sungai Progo,” sambungnya.

Kemudian penanaman tanaman bunga dan sayuran dengan pot dari bahan daur ulang sampah. Tanaman bunga ditempatkan di teras-teras rumah, jalanan kampung, dan jalan menuju lokasi utama yang secara potensi dapat dikembangkan menjadi ekowisata.

“Kita didukung banyak elemen, seperti mahasiswa, komunitas, dan tentunya masyarakat setempat yang sangat mendukung kegiatan ini. Termasuk mendukung terwujudnya ekowisata yang berlokasi di area pinggir Sungai Progo,” imbuh OT Rustrianto.

Tambah dia, komitmen Pemkot Magelang terhadap kelestarian lingkungan diakui pemerintah pusat. Dibuktikan dengan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2020 pada momen Hari Lingkungan Hidup 2021. Penghargaan disampaikan secara virtual pada Selasa, 15 Juni 2021.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Konservasi SDA DLH Kota Magelang, Umi Nadhiroh menambahkan, Proklim memang terus menjadi perhatian untuk dapat diwujudkan segera. Meski dengan anggaran terbatas, tapi terus dikerjakan dengan beberapa tahap.

“Tahun 2020 lalu kita mendapat penghargaan Proklim Utama berupa sertifikat. Tahun ini kita ikutkan lagi dengan kategori Proklim Menuju Lestari tingkat nasional. Maka, gerakan Jateng Gayeng Telung Ng ini kita pusatkan di Proklim,” jelasnya.

Proklim di Kampung Meteseh ini, kata Umi, diharapkan kedepan menjadi desa wisata yang berwawasan lingkungan. Hal ini juga telah direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa, untuk dikembangkan menjadi Wisata Ramah Ekoregion (Wisrame). (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: