Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Fenomena Pohon Randu Alas Borobudur, Getah Merah Picu Isu Mistis

Fenomena Pohon Randu Alas Borobudur, Getah Merah Picu Isu Mistis

  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026

BNews-MAGELANG – Fenomena pohon Randu Alas yang konon mengeluarkan cairan merah darah di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang; kembali menjadi perbincangan publik dan menggegerkan warga setempat pada Senin (13/1/2026).

Fenomena ini memicu berbagai spekulasi, termasuk unsur mistis yang kuat di kalangan masyarakat.

Pohon jenis Kapuk Randu yang menjadi ikon wisata spot VW atau Jeep itu sebelumnya direncanakan untuk ditebang oleh pihak berwenang; karena kondisi pohon yang telah mati dan mengering; sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan masyarakat sekitar.

Namun rencana penebangan dihentikan sementara waktu setelah muncul fenomena getah merah yang menyerupai darah.

Belum ada alasan resmi yang dijelaskan mengenai penghentian penebangan tersebut, namun keberadaan pohon yang konon; sudah berumur ratusan tahun itu membuatnya melekat dengan kesan mistis di mata warga dan peziarah yang datang berkunjung.

“Memang yang namanya Randu Alas itu getahnya merah. Karena itu mitosnya banyak hantu di Randu Alas yang warnanya merah, tampilannya bersimbah darah. Sebetulnya, hal itu karena manifestasi (persepsi) getahnya merah,” komentar akun Instagram @ardimg18 dalam sebuah postingan masyarakat pada 12/1 lalu.

Meski begitu, fenomena yang terlihat seperti darah tersebut sejatinya dapat dijelaskan secara ilmiah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Getah merah yang keluar biasanya muncul ketika batang atau kulit pohon mengalami luka atau kerusakan, sehingga cairan alami yang berwarna merah tersebut keluar ke permukaan.

Pigmen alami seperti tanin atau resin yang tersimpan di dalam jaringan kayu dapat memberikan warna merah pada getah saat pohon terluka.

Keluarannya pigmen ini bukanlah darah seperti yang dibayangkan, melainkan bagian dari mekanisme alami pohon untuk membantu melindungi diri dari serangan hama, jamur, atau bakteri, serta membantu proses penyembuhan luka pada batang atau kulit pohon.

Fenomena unik ini menarik perhatian warga maupun pengunjung, sekaligus memicu perdebatan antara nilai historis pohon sebagai ikon desa dan faktor keselamatan karena kondisi fisik pohon yang sudah rapuh. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less