IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Gara-gara Zonasi 15 SMP di Magelang Kekurangan Murid

BNews—MAGELANG— Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Magelang mengalami kekurangan siswa. Hal itu disebabkan system zonasi yang memprioritaskan calon murid dari lingkungan sekitar sekolah.

Kota Magelang, terkena dampak paling buruk system ini. Ada 15 sekolah yang kekurangan murid.  “Ada sebanyak 61 sekolah yang ada di Kota Magelang ini, sementara jumlah penduduk usia sekolah yang sedikit, tak sebanding dengan daya tampung yang cukup banyak, menyebabkan beberapa sekolah mengalami kekurangan siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufiq Nurbakin, kemarin.

Sehinga, kata dia, ada 15 SD Negeri dan satu SMP Negeri di Kota Magelang yang kekurangan calon siswa. Kekurangan ini terjadi sampai berakhirnya masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap kedua.

Sekolah tersebut tersebar di tiga kecamatan di Kota Magelang. Satu SMP yang masih kekurangan siswa yakni SMP Negeri 11 Magelang. “Ada sekitar 15 SD Negeri dan satu SMP Negeri yang kekurangan calon siswa, hingga masa PPDB tahap kedua berakhir,” ujar Taufiq, Minggu (16/6).

Loading...

Taufiq mengatakan, penyebab kekurangan calon siswa ini adalah pemberlakukan sistem zonasi pada PPDB jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 209/2020 ini. Meski ada juga faktor lain yakni sedikitnya jumlah penduduk usia sekolah, sementara jumlah sekolah yang dapat menampung cukup banyak.

“Ada sebanyak 61 sekolah yang ada di Kota Magelang ini, sementara jumlah penduduk usia sekolah yang sedikit, tak sebanding dengan daya tampung yang cukup banyak, menyebabkan beberapa sekolah mengalami kekurangan siswa,” katanya.

Meski PPDB pertama telah berakhir, kemudian diperpanjang pada PPDB tahap kedua pada 22-23 Mei 2019 lalu, kekurangan calon siswa masih terjadi. Pihak sekolah pun diminta memperpanjang pendaftaran siswa baru dimulai tanggal 15 Juli 2019 mendatang.

“Langkah antisipasi, kami mempersilahkan kepada sekolah yang masih kekurangan jumlah calon siswa untuk memperpanjang PPDB pada 15 Juli 2019 mendatang. PPDB akan dilakukan secara online ata daring di tingkat SD ataupun SMP,” kata Taufiq.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang sendiri akan melakukan kajian terkait regroupping, atau penggabungan sekolah. Hal ini menindaklanjuti masalah kekurangan calon siswa yang masih terus terjadi tiap penerimaan peserta didik baru. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah regroupping terhadap sekolah yang memiliki siswa kurang dari 20 orang per rombongan belajar.

Kepala SMP Negeri 11 Magelang, Al Kukuh Santoso, menuturkan, pihaknya masih kekurangan siswa sekitar 35 orang. Daya tampung sekolah sendiri adalah sebanyak 200 siswa, dan belum terisi sepenuhnya. 

Ia mengatakan penyebab kekurangan calon siswa ini karena terdapat delapan SMP Negeri di Kecamatan Magelang Utara, sementara jumlah lulusan SD yang ada kurang dari kuota yang ada. “Ini baru pertama kali terjadi, kami kekurangan calon siswa,” katanya. (bn1/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: