Grebeg Ojeg 2026 di Salaman Magelang, 500 Penari Gedrug Tampil Kolosal
- calendar_month Rab, 4 Nov 2026

500 Penari Gedrug Tampil Kolosal Ramaikan Grebeg Ojeg 2026 di Salaman Magelang
BNews-MAGELANG – Sebanyak 500 penari Gedrug memeriahkan Grebeg Ojeg ke-12 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu (1/11/2026). Pertunjukan kolosal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan yang menggabungkan pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Grebeg Ojeg 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini digagas Karang Taruna KOMPEBA (Komunitas Petruk Bagong) bersama masyarakat Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo.
Beragam agenda digelar untuk memeriahkan perhelatan tahunan tersebut. Mulai dari pengajian akbar, jalan sehat, pertunjukan kesenian, kirab gunungan ojeg, hingga hiburan musik Janema.
Bupati Magelang yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menyampaikan apresiasi kepada pemuda dan masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan Grebeg Ojeg hingga memasuki penyelenggaraan ke-12.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dan inisiatif masyarakat dapat dikembangkan menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi ekonomi desa.
“Grebeg Ojeg bukan sekadar perayaan rutin, melainkan wujud nyata semangat kewirausahaan, kreativitas, dan kekompakan warga dalam membangun ekonomi lokal,” ungkap David saat membacakan sambutan Bupati Magelang.
Ia menjelaskan, Grebeg Ojeg menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai usaha masyarakat Dusun Drojogan. Di antaranya pedagang cilok yang akrab disapa ojeg, pengusaha kaos, hingga produsen genteng yang menjadi salah satu kebanggaan Desa Sidomulyo.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISNI (KLIK)
Melalui kegiatan tersebut, produk-produk lokal mendapat kesempatan untuk lebih dikenal masyarakat luas. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi desa dapat berkembang melalui kreativitas, kerja keras, dan keterlibatan aktif warganya.
David juga berharap semangat kepeloporan generasi muda, yang sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, dapat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Selain mendorong pengembangan ekonomi lokal, Grebeg Ojeg juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kerukunan, dan gotong royong. Keterlibatan sekitar 500 penari Gedrug menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga kesenian tradisional agar tetap hidup dan dikenal lintas generasi.
Sementara itu, Kepala Desa Sidomulyo, Nurwasis, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan Grebeg Ojeg ke-12, khususnya Karang Taruna KOMPEBA dan masyarakat Dusun Drojogan.
Ia berharap Grebeg Ojeg tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga terus berkembang sebagai ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas; memperkenalkan potensi usaha lokal, serta menjaga kelestarian kesenian tradisional.
“Kekompakan dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan keberlangsungan Grebeg Ojeg dan semangat ; tersebut terus kita jaga sehingga penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang semakin berkembang, memberikan manfaat bagi masyarakat; serta memperkuat kebanggaan warga terhadap potensi Desa Sidomulyo,” Ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kegiatan berbasis potensi lokal seperti Grebeg Ojeg dapat terus tumbuh. Dengan demikian; kegiatan budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu membuka ruang pengembangan usaha masyarakat, melestarikan tradisi; serta memperkuat kebersamaan dalam membangun desa. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar