Gunung Merapi Pagi Ini: 10 Kali Luncurkan Guguran Lava Pijar

BNews—MAGELANG— Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 10 kali pada Minggu (21/3/2021) pagi.

Rentetan aktivitas vulkanik tersebut berdasarkan hasil pengamatan BPPTKG mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut, lava pijar meluncur dengan jarak maksimum sekitar 800 meter.

“Pada periode ini teramati 10 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 meter ke arah barat daya,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Minggu (21/3/2021). Dikutip dari Harianjogja.

Adapun hasil pengataman lainnya yakni kondisi Merapi cuaca berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.

”Untuk aktivitas kegempaan dalam periode pengamatan tersebut, terpantau gempa guguran sebanyak 36 kali, gempa embusan tidak terdeteksi dan gempa fase banyak tercatat 1 kali,” jelas Hanik.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau status Siaga. Sementara untuk potensi bahaya saat ini, berupa guguran lava ada awan panas pada sektor selatan-barat daya.

Meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal lima kilometer dan pada sektor tenggara yaksi sungai Gendol sejauh tiga kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.

”Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya,” lanjutnya.

BPPTKG juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Kemudian penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

”Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh lima kilometer dari Puncak Gunung Merapi. Bila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: