Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Banyak yang Belum Tahu, Ini 10 Hal Unik tentang Magelang yang Jarang Dibahas

Banyak yang Belum Tahu, Ini 10 Hal Unik tentang Magelang yang Jarang Dibahas

  • calendar_month 34 menit yang lalu

BNews-MAGELANG– Magelang selama ini lebih sering dikenal karena Candi Borobudur, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu hingga kawasan wisata Ketep Pass.

Namun, di balik berbagai destinasi tersebut, Magelang menyimpan banyak cerita yang tidak selalu muncul dalam pencarian internet sehari-hari.

Mulai dari sejarah kota yang berusia lebih dari 1.100 tahun, keberadaan sebuah desa perdikan pada era Mataram Kuno, status Magelang sebagai kota militer pada masa kolonial, hingga jejak bangunan tua yang masih bertahan sampai sekarang.

Bahkan, sejumlah fakta tentang Magelang berkaitan dengan prasasti, arsip kolonial, cerita rakyat dan perubahan tata kota yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat.

Berikut sejumlah hal menarik tentang Magelang yang jarang dibahas secara populer di internet.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. Magelang Sudah Disebut dalam Prasasti Sejak 907 Masehi

Salah satu fakta paling menarik adalah usia sejarah Kota Magelang.

Hari Jadi Kota Magelang ditetapkan pada 11 April 907 Masehi berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989.

Penetapan tersebut tidak dilakukan tanpa dasar. Sejumlah sumber sejarah yang digunakan antara lain Prasasti Poh, Prasasti Gilikan dan Prasasti Mantyasih.

Prasasti Mantyasih menyebut Desa Mantyasih yang ditetapkan sebagai desa perdikan oleh Raja Rake Watukura Dyah Balitung.

Pemerintah Kota Magelang melalui laman kebudayaannya juga mencatat bahwa sejarah Kota Magelang mencakup era Mataram Kuno dan Prasasti Mantyasih, Poh serta Gilikan.

Dengan demikian, sejarah Magelang tidak hanya dimulai dari masa kolonial, tetapi memiliki jejak jauh hingga masa kerajaan di Jawa.

  1. Nama Mantyasih Masih Bisa Ditelusuri di Magelang

Nama Mantyasih bukan hanya nama yang terdapat dalam buku sejarah.

Wilayah yang dahulu dikenal sebagai Desa Perdikan Mantyasih kini berkaitan dengan Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang.

Di kawasan tersebut terdapat sebuah lumpang batu yang diyakini berkaitan dengan upacara penetapan sima atau perdikan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sumber sejarah Kota Magelang menyebut Mantyasih memiliki makna yang berkaitan dengan “beriman dalam cinta kasih”.

Artinya, jejak sejarah Mataram Kuno sebenarnya masih dapat ditemukan dalam lingkungan perkotaan Magelang.

  1. Magelang Pernah Menjadi Ibu Kota Karesidenan Kedu

Tidak banyak orang membayangkan bahwa Magelang pernah mempunyai posisi administratif yang sangat penting pada masa kolonial.

Pada 1818, Magelang resmi menjadi ibu kota Karesidenan Kedu.

Karesidenan tersebut mencakup Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung. Posisi tersebut membuat Magelang mempunyai peran ganda sebagai pusat pemerintahan karesidenan sekaligus kabupaten.

Yang menarik, penelitian mengenai toponim Kota Magelang mencatat bahwa Karesidenan Kedu merupakan wilayah yang berada di tengah Pulau Jawa dan tidak mempunyai batas pantai.

Posisi geografis tersebut ikut menjadikan Magelang mempunyai nilai strategis dalam sejarah pemerintahan Jawa.

  1. Magelang Pernah Dikenal sebagai Kota Militer

Julukan Magelang sebagai kota militer bukan sekadar istilah masa kini.

Pada masa kolonial Belanda, Magelang dikembangkan menjadi kota militer karena posisi geografisnya yang strategis, udara yang dianggap nyaman serta letaknya yang penting dalam jalur transportasi.

Sumber BPK mencatat bahwa setelah menjadi ibu kota Karesidenan Kedu, Magelang kemudian berkembang menjadi kota militer sejak sekitar 1828.

Jejak tersebut kemudian menjadi bagian dari karakter Magelang hingga sekarang.

Keberadaan kawasan militer dan pendidikan militer yang sangat kuat membuat identitas Magelang sebagai kota militer terus melekat.

  1. Menara Air di Tengah Kota Bukan Sekadar Hiasan

KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less