HEBOH !! Enam Sapi Mati Mendadak di Karangkerta, Penyebab Misterius
- calendar_month Sen, 20 Nov 2023

tangkapan layar video sapi mati mendadak di Desa Karangkerta
BNews-NASIONAL- Video mengenai peristiwa kematian massal enam ekor sapi secara mendadak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat telah menjadi viral. Dalam video tersebut, terlihat jelas bahwa sapi-sapi tersebut tergeletak di kandangnya.
Kepala Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, H. Kartana, telah mengonfirmasi peristiwa ini kepada Detik Jabar. Peristiwa kematian massal sapi yang misterius ini diketahui terjadi di blok Rancalintah RT 2 RW 1 pada Sabtu (18/11/2023) yang lalu.
“Ya, benar adanya (kematian massal sapi). Itu adalah milik Pak Tinggal,” ungkap Kartana dikutip Detik Jabar (19/11/2023).
Kartana mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana peristiwa ini terjadi. Namun, dari informasi yang diterimanya, sapi-sapi warga mulai mati secara massal sekitar pukul 10.00 WIB pada Sabtu (18/11).
Sapi-sapi tersebut ditemukan tergeletak di kandangnya dengan kondisi yang sudah mati. Peristiwa ini tentu saja membuat Tinggal panik karena sebelum pergi mencari rumput, sapi-sapi tersebut masih dalam keadaan sehat.
“Kejadiannya pagi Sabtu, orangnya menggembalakan dan ketika kembali, sekitar pukul 10 pagi, sudah ada 4 ekor yang mati,” ungkap Kartana.
Selain empat ekor sapi yang telah tergeletak, dua ekor lainnya juga mulai sekarat. Akibatnya, dalam beberapa jam berikutnya, kedua sapi tersebut juga mati.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISIN)
“Awalnya ada dua yang masih hidup. Namun, pada pukul 1 siang, mereka pun meninggal,” jelasnya.
Seperti yang terlihat dalam potongan video yang beredar, bagian perut sapi-sapi tersebut terlihat membuncit. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa bagian mulutnya tampak berbusa.
“Perut mereka membuncit dan ada yang sudah berbusa,” ucapnya.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa pihak pengelola telah menerima kejadian ini dengan pasrah. Bahkan, mereka dikabarkan menolak pemeriksaan dari tim kesehatan hewan yang datang ke lokasi untuk mengambil sampel sisa makanan ternak.
“Kami tidak tahu apa penyebabnya, tapi pengelola sudah pasrah,” ujar Kartana. (*/detik jabar)
About The Author
- Penulis: BNews 5



Saat ini belum ada komentar