Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » IKLH Melesat ke Angka 71,44, Kota Magelang Rombak Sistem Pengelolaan Sampah

IKLH Melesat ke Angka 71,44, Kota Magelang Rombak Sistem Pengelolaan Sampah

  • calendar_month 14 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Tren positif Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Magelang yang melesat ke angka 71,44 pada 2025 menjadi pendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang untuk makin agresif membenahi sistem persampahan dari hulu. Tak ingin berhenti pada capaian administratif, pemkot mulai meninggalkan pola lama “kumpul-angkut-buang”.

Arah baru pengelolaan sampah dari sumbernya ini diperkuat dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 40 Tahun 2025. Pemerintah mentarget peningkatan IKLH menjadi 71,48 serta indikator timbulan sampah terolah di fasilitas pengolahan ditarget menjadi 22,62 persen pada 2029 mendatang dalam RPJPD 2025–2045.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa pencapaian target tersebut mustahil terwujud tanpa pergeseran mendasar pada perilaku masyarakat.

“Tidak ada lagi membuang sampah sembarangan, karena itu sudah menjadi pelanggaran etika, moral, bahkan hukum. Kita harus ciptakan Kota Magelang yang aman, sehat, resik, dan indah,” tegas Damar, dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Perubahan sistem persampahan tidak hanya dibangun melalui regulasi dan infrastruktur. Pemkot Magelang memperkuat gerakan berbasis masyarakat melalui Magelang Clean Sheet (Makclinge) dan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Infrastruktur (Prodamai).

Makclinge diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis warga yang terhubung dengan pemberdayaan, bank sampah, pengelolaan lingkungan di tingkat RW, hingga penyediaan sarana pendukung.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Pada Januari 2026, Pemkot Magelang membagikan bantuan sarana yang bersumber dari Prodamai, Makclinge, dan pokok pikiran DPRD. Bantuan tersebut mencakup 142 gerobak sampah, 120 timbangan pegas, 1.593 keranjang pemilah, 2.575 karung, dan 16 kendaraan roda tiga.

Melalui Prodamai, pengelolaan lingkungan didorong tumbuh dari kebutuhan wilayah. Masalah sederhana seperti kebersihan, perawatan saluran air, dan pemilahan sampah dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi maupun inovasi lingkungan.

Kepala Bapperida Kota Magelang, Handini Rahayu, menyoroti gerakan ini dalam perspektif pembangunan yang terukur.

“Dari sisi perencanaan, kita ingin setiap program lingkungan memiliki sasaran dan indikator yang jelas serta dapat diukur dampaknya,” ucap Handini.

Ia menambahkan, angka IKLH yang meningkat dari 47,03 (2020) hingga mencapai baseline 71,44 (2025) merupakan hasil dari integrasi berbagai intervensi, mulai dari kualitas air, udara, tutupan lahan, hingga pengendalian dampak aktivitas perkotaan.

Di sisi hilir, Pemkot Magelang menyiapkan fasilitas pengelolaan sampah di Bojong, Kelurahan Jurangombo Selatan, sebagai simpul pemilahan, pengolahan, pemanfaatan kembali, dan penanganan residu skala kota.

(*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less