Ini Langkah Pemkab Temanggung Antisipasi Gelombang Ke-2 Covid-19

BNews—TEMANGGUNG— Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai mengantisipasi kemungkinan ’serangan’ gelombang kedua kasus covid-19. Pihaknya tidak ingin kecolongan ditengah penurunan angka kasus yang signifikan.

Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo menuturkan, salah satu strategi pokok untuk mengantisipasi gelombang kedua virus corona adalah dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Divisi Pencegahan pada Gugus Tugas akan tetap bekerja maksimal untuk melakukan operasi di masyarakat.

”Meski sudah ada kelonggaran dalam aktivitas pihaknya tidak mau terlena, agar tidak terjadi gelombang ke-2,” tutur Heri, Rabu (22/7).

Heri mengatakan untuk mencegah gelombang ke 2, Divisi Pencegahan akan tetap berjalan. Operasi di tempat keramaian seperti pasar, swalayan hingga objek-objek  wisata  juga akan dilakukan.

”Kita harus pastikan masyarakat benar-benar patuh pada protokol kesehatan dan instruksi pemerintah. Insyaallah, kalau semua seperti itu (patuh), kondisi akan semakin membaik,”katanya.

Dirinya sekaligus membantah adanya anggapan sebagian masyarakat  bahwa rapid test di Temanggung merupakan setingan belaka. Angka tinggi di awal namun menjelang panen raya tembakau angka positif menjadi turun drastis. Apalagi saat ini rapid test dianggap tidak semasif beberapa bulan lalu.

”Tidak ada itu settingan, yang menentukan positif atau tidaknya itu kan hasil laboratorium yang ditunjuk oleh pemerintah di Salatiga, bukan kita,” terangnya.

”Saat ini rapid test tidak massif karena pertama alat rapid sudah terbatas. Kedua rapid dan swab Kabupaten Temanggung sudah melampaui target dari provinsi. Kita sudah 135 persen dari target 2.500 sekian. Kita sudah melakukan swab 3.500 sekian,” sambung dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Bupati Muhammad Al Khadziq menambahkan, kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa harus meminta izin kepada Gugus Tugas. Di mana hal itu bukan untuk mempersulit namun guna menjamin berjalannya protokol kesehatan. Bupati berharap ada pengendalian agar ekonomi bisa tetap berjalan namun juga aman dari covid-19.

”Aktivitas masyarakat kita buka tetapi tetap ada pengendalian dari Gugus Tugas. Aktivitas yang kita kendalikan adalah yang bersifat pengumpulan massa secara publik seperti perkawinan, pengajian, pertemuan umum harus minta izin dan ada komitmen dari panitia untuk bertanggung jawab melaksanakan protokol covid,” jelasnya.

”Di tempat-tempat umum seperti pasar rumah makan perhotelan, kaki lima tetap akan kita lakukan pengendalian. Termasuk di transportasi umum, barang hingga tempat pariwisata,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: