Ini Penjelasan Ditutupnya Relief Candi Borobudur Tentang Karma Perbuatan Manusia

BNews—BOROBUDUR— Museum Karmawibhangga diketahui menyimpan segudang cerita misteri Candi Borobudur. Bila mengunjungi museum arkeologi ini, wisatawan akan memahami alasan gambar relief Karmawibhangga yang terukir di dinding kaki candi sengaja disembunyikan.

Museum tersebut menjadi tujuan akhir bagi turis domestik dan mancanegara usai menuruni Candi Borobudur. Saat memasuki kompleks musem, pengunjung disambut dua pendapa.

Pendapa pertama berisi deretan papan-papan berisi fot relief Karmawibhangga. Pendapa kedua, menjadi tempat set gamelan. Satu hal yang menarik pandangan adalah halaman depan di sisi kiri dan kanan serta halaman belakang museum itu tersebar bebatuan candi yang eksotis.

Penanggung jawab musem, Sukar, mengatakan batuan mayoritas berbentuk balok diidentifikasi sebagai penyusun pagar langkan candi. Batuan ini sengaja dibiarkan hingga mengesankan seperti taman bebatuan.

”Dari15 ribu blok batu yang ditemukan di sana. Kini, tinggal sekitar 10 ribu blok batu karena sisanya sudah digunakan untuk penyusunan struktur candi. Kalau melihat batu candi yang ada titik putih dari timah, artinya itu batu baru,” kata Sukar.

Memasuki museum, terdapat ruang Arkeologi di sisi kiri. Menyimpan aneka arca berbagai bentuk, foto hingga jenis jamur yang sering melekat di bebatuan candi.

Di ruang tersebut, wisatawan akan tahu sistem perekatan antarbatu candi. Karena zaman dulu belum ada lem, penyusunan dan penguncian batu menggunakan kunci berbentuk seperti kupu-kupu yang diletakkan di dasar stupa candi.

Loading...

”Jadi pakai interlocking system. Jika kunci diambil, batu-batu lainnya bisa bergeser,” terangnya.

Baca juga: Ayo…Belajar Mudah Biota Laut dan Luar Angkasa untuk Anak maupun Dewasa

Bukan hanya peninggalan Buddha, sejumlah arca Hindu juga disimpan di sana. Arca-arca seperti Bethari Durga yang berdiri di atas arca Nandi juga arca Dewa Wisnu ditemukan diseputaran Candi Borobudur.

”pada masa itu terjalin hubungan baik antara Dinasti Syailendra yang merupakan penganut Buddha dengan Dinasti Sanjaya yang menganut agama Hindu. Keberadaan arca Hindu di sekitar candi Buddha adalah sebagai bentuk penghormatan,” paparnya.

Sementara, di ruang Karmawibhangga kental nuansa cerita dan kenangan masa lalu Candi Borobudur. Di sana, banyak dipajang foto lengkap dengan narasi sejarah dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.

Salah satu yang menyimpan misteri ada pada sebuah gambar salah satu sudut candi dibagian dasar atau Kamadhatu. Disitu terlihat tambahan susunan batuan pondasi yang dipasang untuk menutupi sejumlah relief Karmawibhangga.

Relief itu menceritakan kepercayaan Buddha tentang hukum sebab akibat. Dari total 160 panel relief hanya disisakan empat panel yang bisa dilihat. Penutupan 156 panel relief dilakukan semasa candi tengah dibangun.

”Pihak pengurus mengkhawatirkan kalau itu menjadi gangguan umat Buddha dalam bermeditasi di sana. Dugaan alasan pertama karena kesalahan teknis penyusunan batu hingga mengakibatkan tanah mudah longsor. Kedua, ada unsur pornografi sehingga tidak layak ditampilkan publik,” ungkap dia.

Ia mengimbuhkan, relief tersebut sebenarnya berisi informasi mengenai kisah sejarah manusia, perilaku keagamaan, struktur sosial, busana, alat yang digunakan, juga flora dan fauna.

”Relief Karmawibhangga sempat dibuka untuk diteliti pada 1935. Lalu ditutup lagi,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: