Ini Tarif Foto Wedding dan Menggunakan Drone di Candi Borobudur

BNews—BOROBUDUR— Balai Konservasi Borobudur (BKB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan tarif pemanfaatan Candi Borobudur. Semisal pemanfaatan untuk foto preweding dan foto atau video menggunakan drone.

 

Hal ini bertujuan untuk mendukung kelestarian warisan leluhur yakni Candi Borobudur di Kabupaten Magelang. Karena timbul beberapa masalah, salah satunya terkait soal masalah sosial dan teknologi yang terus berkembang.

 

Kepala Balai Konservasi Borobudur, Tri Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya menilai perlu ada pembatasan pemanfaatan Candi Borobudur, salah satunya dengan penetapan tarif. “Tujuan utama kami adalah pelestarian Candi Borobudur. Pemanfaatan candi harus ada batasnya, sebab jika dibebaskan, maka akan terjadi crowded, makanya kami batasi demi kelestarian bangunan ini,” katanya, Minggu (10/5).

 

Hal ini sesuai imbauan Kementerian bahwa setiap instansi diminta turut memanfaatkan aset negara agar bisa menghasilkan pendapatan guna mendukung APBN. “Penarikan tarif penggunaan Candi Borobudur ini, hasilnya disetor sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP),” imbuhnya.

BIAYA : Drone yang mendokumentasikan candi borobudur dikenai tarif --(Foto--internet)
BIAYA : Drone yang mendokumentasikan candi borobudur dikenai tarif –(Foto–internet)

Kita ketahui bersama bahwa luas lahan di kawasan Candi Borobudur mencapai 16 ha. Diarea tersebut diatasnya berdiri Candi Borobudur dengan ukuran 126 meter x 126 meter.

 

Untuk tarif pemanfaatan Candi Borobudur, Pihak BKB memutuskan bahwa untuk pemotretan pre-wedding di lapangan Aksobya di budget sebesar Rp 1 juta, halaman Candi Borobudur sebesar Rp 2 juta dan di bangunan candi sebesar Rp 2 juta namun dibatasi hanya lantai 2 atau selasar.

 

“Sedangkan untuk pemotreakan atau video penggunaan drone dibudget sebesara Rp 2,5 juta, lampu panorama Rp 1,25 juta per jam dan syuting untk hiburan bukan iklan Rp2,5 juta,” paparnya.

 

Tri Hartono menambahkan, bahwa system pemanfaat candi Borobudur dengan biaya baru ini sudah berjalan 1,5 bulan ini sejak ditetapkan 30 April 2018 lalu. “Hingga awal Juni 2018 ini pendapatan yang diperoleh cukup tinggi, sekitar Rp 80 juta, Tapi kami tidak memasang target, sebab tujuan kami adalah upaya pelestarian bangunan candi,” tegasnya,

 

“Nanti aka nada petugas yang patrol untuk melakukan pengamatan jika ada oknum yang berupaya melakukan pemanfaatan Candi Borobudur tanpa izin dan tanpa membayar tarif, dan kami tidak akan segan untuk menindak bahkan kalau perlu kita tembak karena tujuan kita jelas untuk melestarikan Candi,” pungkasnya. (bsn)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: