Jadi Pahlawan Tragedi SMPN 1 Turi, Kodir dan Sudiro Sumbangkan Hadiah ke Masjid

BNews–SLEMAN-– Sosok pahlawan dalam tragedi hanyutnya ratusan pelajar SMP N 1 Turi ini mendapat penghargaan dari Kementrian Sosial (Kemensos). Ahmad Hidayat alias Sudiro dan Sudarwanto alias Kodisr warga Donokerto, Turi, Sleman ini dianggap berjasa karena menyelamatka ratusan pelajar.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos Rachmat Koesnadi mengatakan setelah mendengar dan membaca berita mengenai sosok mereka, Menteri Sosial Juliari Batubara memerintahkan jajarannya,; untuk memberikan penghargaan kepada kedua penolong siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman.

“Mensos sangat memberikan perhatian kepada warga yang telah melakukan aksi kemanusiaan seperti kepada Mas Kodir dan Mbah Sudiro,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan naluri kemanusiaan yang dimiliki Kodir dan Sudiro adalah modal terbesar dalam segala aspek. “Kami sangat mengapresiasi kerja kemanusiaan teman- teman semua, khususnya kepada Mas Kodir dan Pak Sudiro. Kalau tidak ada mereka, mungkin korban bisa lebih banyak dalam peristiwa ini. Dimana 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal dunia terseret arus sungai]. Terima kasih banyak, Pak.,” imbuhnya.

Kodir dan Sudiro mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan uang tunai sebesar Rp10 juta. Penghargaan diberikan bersamaan dengan Sosialisasi Program Restorasi Sosial Kemensos RI serta peresmian Sekretariat Relawan Sembada oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

“Pihak Kemensos juga sangat mengapresiasi seluruh relawan yang terlibat dalam operasi penyelamatan serta proses evakuasi pada kecelakaan susur sungai di Kali Sempor,” tandasnya.

Sementara Sudiro mengaku berat menerima penghargaan tersebut karena ada banyak warga lainnya yang turut membantu evakuasi puluhan siswa SMPN 1 Turi. Uang penghargaan yang ia terima akan dibagikan kepada warga yang ikut membantu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sangat berat menerima, karena yang kerja tidak hanya saya, tetapi masyarakat semua. Kebetulan yang tercatat saya sama Mas Kodir. Uang ini saya bagikan dan saya sumbangkan untuk membangun masjid,” katanya.

Sedangkan Kodir yang sendirian menyelamatkan puluhan siswa mengaku tidak mengharapkan penghargaan ini. Ia menolong siswa karena rasa kemanusiaan.

“Enggak sanggup saya sebenarnya menerima ini. Niatnya kan karena kemanusiaan,” ujarnya.

“Saya juga tak lupa untuk berterima kasih kepada pihak yang sudah memperhatikan, yang penting saling tolong menolong terus dijaga,” pungkasnya. (*/bsn)

1 Comment
  1. her says

    semoga Allah berikan ganti yg berlebih buat bpk2 penolong

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: