Enam Saksi Dihadirkan Pada Sidang Kasus Pembunuhan Sesama Pelajar Di Magelang

BNews–MAGELANG– Sidang kedua terkait kasus pembunuhan sesama pelajar di Grabag Magelang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang Selasa pagi (30/8/2022). Agenda sidang tersebut adalah mendatangkan saksi terkait kasus tersebut.

 Satrio Bagus dari Pusat Bantuan Hukum yang mendampingi terdakwa IA, 15, membenarkan hal tersebut. “Benar tadi sidang dengan agenda mendengarkan saksi. Dimana terdapat enam saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum,” katanya saat diwawancarai Borobudurnews.com, selasa malam (30/8/2022).

Ia menyebutkan, untuk enam saksi yang dihadirkan oleh Jaksa dari berbagai latar belakang. “Untuk enam saksi tersebut yakni dua orang siswa teman terdakwa, ayah dan ibu kandung korban, ayah kandung terdakwa. Lalu satu orang yang melihat saksi yang melihat terdakwa pulang setelah melakukan pembunuhan,” imbuhnya.

Satrio juga mengungkapkan, untuk sidang kedua tersebut dimimpin majelis yang sama dengan sidang perdana kemarin. Dimana Majelsi hakim Fakrudin Said Ngaji, dengan anggota I Aldarada Putra dan anggota II Alfian Wahyu Pratama. Sementara Jaksa Penuntut Umum  Reni Ritama dan Tata Hendrata.

Ditanya terkait hasil sidang kedua tersebut, Satrio mengungkapkan bahwa dari saksi yang didatangan dirasa sudah cukup. Dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa.

“Selanjutnya kami juga dipersilahkan jika ada saksi dari pihak kami. Namun kami tidak menyerahkan karena memang tidak ada saksi yang meringankan,” ungkapnya.

Untuk sidang selanjutnya, lanjutnya direncanakan akan digelar hari Kamis 1 September 2022. “Untuk sidang berikutnya adalah pembacaan tuntutan dari jaksa,” katanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Wartawan Borobudurnews.com juga sempat menanyakan kondisi terdakwa anak saat mengikuti persidangan tersebut kepada Satrio.

Dimana Satrio menyebutkan secara fisik terlihat kondisi terdakawa anak sehat. “Secara fisik kita lihat sehat tidak ada sakit. Dan terdakwa bisa mengikuti secara keseluruhan proses sidangnya,” katanya.

Dan secara psikologis, menurutnya Satrio memang dasarnya terdakwa adalah pendiam. “Bawaan memang orangnya banyak diamnya. Tetapi tadi saya sudah suruh minta maaf kepada orang tua juga bisa. Harapnnya bisa kembali ditengah tengah masyarakat nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Magelang Toto Harmiko menyampaikan; pelaku anak ini dengan dakwaan Pasal 340 KUHP dan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Untuk Pasal 340 KUHP ini unsurnya ada perencanaannya, melakukan pembunuhan dengan perencanaan. Kalau pasal 80 UUPA tidak ada perencanaannya hanya melakukan pembunuhan terhadap anak karena korbannya anak,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan antar pelajar di Grabag Kabupaten Magelang tersebut membuat gempar masyarakat. Dimana pelaku atau terdakwa diketahui berinisial IA, yang masih beursia 15 tahun.

IA nekat melakukan pembunuhan berencana terhadap korban berinisial WA, 13. Dimana pelaku dan korban ini merupakan  teman sekolah di SMP N 2 Grabag. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!