Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jokowi Tanggapi Roy Suryo: ‘UGM, Bareskrim, KPU Enggak Dipercaya, Siapa yang Mau Dipercaya?’

Jokowi Tanggapi Roy Suryo: ‘UGM, Bareskrim, KPU Enggak Dipercaya, Siapa yang Mau Dipercaya?’

  • calendar_month Kam, 29 Mei 2025

BNews-NASIONAL- Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara terkait pernyataan pakar telematika Roy Suryo yang mengaku akan melaporkan penyidik Bareskrim Polri.

Hal ini berkaitan dengan penyelidikan dugaan ijazah palsu milik Jokowi yang sempat mencuat ke publik.

Pernyataan Roy Suryo yang menuding penyelidikan oleh Bareskrim Polri tertutup dan tidak transparan memicu respons tegas dari Jokowi.

Ia menilai tudingan tersebut merupakan bentuk ketidakpercayaan terhadap institusi resmi negara.

“UGM enggak dipercaya, Bareskrim tidak dipercaya, KPU enggak dipercaya. Yang mau dipercaya siapa?” ucap Jokowi, dikutip dari Kompas.com, Rabu (28/5/2025).

Sebelumnya, Roy Suryo secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap proses penyelidikan yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.

Ia menganggap bahwa pemeriksaan terhadap dugaan ijazah palsu milik Jokowi dilakukan secara tertutup.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Ini prosesnya sembunyi-sembunyi. Harusnya gelar terbuka, ijazahnya tampilkan. Kemudian, undang pakar-pakar, biar semua terbuka,” kata Roy Suryo dalam wawancara di program On Point with Adisty di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (23/5).

Roy Suryo juga menyoroti bentuk fisik dokumen ijazah yang menurutnya tidak meyakinkan. Ia menyebut tampilan dokumen tersebut hanya berbentuk digital, fotokopi, dan tampak dalam kondisi kurang layak.

“Kemarin yang ditampilkan, digital juga, fotokopi lagi, di-scan, terus yang terlipat lagi. Jadi, yang sudah jelek banget,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, Roy menyinggung perbedaan pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dinilainya tidak konsisten. Ia mengklaim terdapat perbedaan mencolok dalam warna logo pada ijazah yang diperlihatkan oleh pihak keluarga Jokowi.

Polemik ini menjadi sorotan publik karena menyentuh isu sensitif mengenai legitimasi dokumen pendidikan seorang kepala negara.

Ketika pihak kampus (UGM), lembaga penyelenggara pemilu (KPU), dan aparat penegak hukum (Polri) diragukan secara bersamaan, Jokowi mempertanyakan dasar dari tuduhan tersebut.

“UGM enggak dipercaya, Bareskrim tidak dipercaya, KPU enggak dipercaya. Yang mau dipercaya siapa?” ulang Jokowi menegaskan. (*/kompas)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less