BPPTKG Himbau Warga Lereng Merapi SIsi Barat (Magelang) Untuk Lebih Waspada

BNews–MAGELANG– Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta statusnya hingga kini masih Siaga. Dan aktivitasnya masih terus dipantau oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Oleh karena itu, langkah-langkah mitigasi bencana juga terus dilakukan di sejumlah daerah lereng merapi. Termasuk di kawasan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, yang mengadakan sosialisasi  perkembangan kondisi merapi terkini. Dimana digelar di aula Kecamatan Dukun kemarin (6/11/2021).

Hadir sebagai nara sumber dari BPPTKG yakni Subandrio serta dan dari BPBD Kabupayen Magelang. Sementara untuk pesertanya terdiri dari jajaran Forkompincam Dukund dan seluruh Kepala Desa se Kecamatan Dukun.

Subandrio saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa saat ini aktifitas merapi masih dalam kondisi erupsi.

“Kondisi saat masih erupsi merapi, hal itu ditunjukan dengan adanya lava pijar dan sekali kali awan panas guguran. Dimana yang mengarah ke kali krasak,bebeng dan kadang kadang ke kali boyong dengan jarak luncur masih kurang dari 3KM,” katanya.

Ia juga menghibau masyarakat harus meningkatkan kesiap siaga terutama di sektor sisi barat merapi.

” Disamping hal itu, di atas itu juga tumbuh kubah lava di 2 titik, yang pertama dikubah tengah sisi barat itu volumenya udah 2,9 juta meter kubik; dan disisi barat daya itu 1,6 juta meter kubik,” imbuhnyan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dan yang dikhawatirkan, lanjutnya apabila kubah lava di sisi barat merapi yang 2,9 juta meter kubik suatu waktu terjadi runtuhan atau longsor.

“Jika itu longsor akan memicu awan panas mengarah ke sektor kali senowo dan trinsing. Hal ini karena ditepi sungai itu banyak pemukiman penduduk sehingga perlu meningkatkan kewaspadanya,” tandasnya.

Sedangkan Camat Dukun Nur Iman mengatakan, bahwa sosialisasi ini dilaksanakan sesuai dengan surat edaran sekda kabupaten Magelang tentang perkembangan gunung merapi.

”Yang tentunya kita forkompimcam dan dinas lintas sektor kami undang terutama kepala desa yang mempunyai warga di kawasan rawan bencana. Harapan kita perkembangan merapi ini diketahui masyarakat sehingga paling tidak ada kesiap siagaan; utamanya aparat pemerintah ini harus betul betul siap siaga bahkan kita undang semua sektor yang ada,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: