Kabupaten Magelang Ikut Andil dalam Gerakan Penanaman 10 Juta Pohon

BNews—MAGELANG— Gerakan penanaman 10 juta pohon sebagai aksi nyata revolusi mental terus berlanjut. Kali ini penanaman bibit pohon dilakukan di wilayah Kabupaten Magelang.

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga, Kemenko PMK, Didik Suhardi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari The Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali beberapa waktu lalu.

”Ini juga tentu menjadi komitmen Indonesia sebagai salah satu negara penyangga iklim dan pemanasan global,” katanya, usai acara penanaman pohon secara simbolis di Joglo Taman Parkir, Wringinputih, Borobudur, Jumat (14/10/2022).

Melalui gerakan penanaman 10 juta pohon ini, Didik berharap, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat. Bahwa kebiasaan menanam harus ditanamkan kepada masyarakat.

“Jangan hanya menebang. Karena menebang itu, saya rasa sepuluh menit selesai sedangkan untuk menanam memerlukan puluhan tahun untuk bisa tumbuh,” ujarnya.

Bupati Magelang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto menyampaikan, bibit pohon ini berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Serayu Opak Progo (BPDASHL SOP) sebanyak 147.641 batang, terdiri dari 21 jenis pohon.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

”Kebutuhan akan menanam pohon saat ini sudah sangat mendesak untuk dipenuhi. Karena pepohonan memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi polusi atau pencemaran, meningkatkan kadar oksigen di udara. Serta meneduhkan dan memperindah lingkungan hidup,” ujarnya dalam sambutan.

Dia menyebut, pepohohan juga mempunyai fungsi sebagai paru-paru yang mengubah karbondioksida menjadi oksigen yang sangat dibutuhkan manusia untuk bernafas.

”Namun demikian, gerakan penanaman pohon ini tidak akan banyak berarti. Apabila perilaku masyarakat sebagai manusia tidak mendukung upaya-upaya tersebut,” imbuh Adi.

Adi berharap, dengan kegiatan penanaman pohon ini, dapat meningkatkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama mencegah bencana alam. Terutama bencana tanah longsor dan banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Magelang.

“Selain itu juga sebagai salah satu langkah dan upaya kita bersama dalam rangka mensukseskan pembangunan lingkungan hidup di Kabupaten Magelang,” harapnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!