Kakek 103 Tahun Tewas Tercebur Sumur, Evakuasi Berlangsung Dramatis

BNews—JOGJAKARTA— Nasib nahas dialami seorang kakek, Prawiro Sentono alias Bingan, warga Kabupaten Bantul, DI Jogjakarta. Pria berusia 103 tahun ini tewas usai tercebur ke dalam sumur.

Kapolsek Sanden, Ajun Komisaris Polisi Haryanto mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Senin, (8/2), sekitar pukul 12.00WIB. Insiden tersebut terjadi di Dusun Srabahan RT36, Desa Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul.

Kakek 103 tahun yang tewas tercebur ke sumur ini bernama Pawiro Sentono atau biasa dipanggil Bingan,” jelas AKP Haryanto.

Kejadian penemuan mayat kakek Bingan di dalam sumur ini bermula ketika saksi, Suprihatin, 49 tahun hendak ke sumur. Saat itu ia melihat tongkat milik korban berada di pinggir bibir sumur.

Suprihatin kemudian memanggil Kuat Susanto, 36, yang mengajak Heri Kriswoto, 35, untuk melihat sumur yang dimaksud. Sesampainya di pinggir sumur, Susanto melihat pipa paralon yang sudah patah. Kemudian digunakan untuk mencari korban kakek Bingan yang diduga terjatuh ke sumur, tetapi tidak menemukanya.

Susanto dan Heri lalu mengambil pompa air dan bermaksud menguras air sumur agar memudahkan dalam pencarian. Tetapi tidak berhasil menghidupkan pompa air tersebut karena bahan bakar dalam pompa air habis.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kedua saksi kemudian mengambil tangga yang berada di sebelah timur rumah dan memakainya untuk turun ke sumur. Heri turun ke sumur terlebih dahulu dan mencari di dalam sumur dan menemukan jenazah kakek Prawiro atau Bingan di dasar sumur tersebut.

Karena merasa berat dalam mengangkat jenazah, saksi Heri memanggil saksi Susanto untuk ikut turun. Sesampainya di bibir sumur jenazah berhasil diangkat dibantu bersama warga setempat.

”Proses evakuasi pengangkatan jenazah dilakukan oleh saksi Susanto dan Heri Kriswoto yang kemudian dibantu oleh keluarga korban,” jelas Haryanto.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Tim Identifikasi Polres Bantul dan Puskemas Sanden. Tidak ditemukan ada tanda-tanda penganiayaan dalam diri korban. Korban murni tewas karena tercebur ke dalam sumur.

”Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Dari hasil pemeriksaan korban murni tewas karena tercebur ke sumur,”tegasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: