Kemenaker RI Gelar Pelatihan Peningkatan SDM Di Kawasan Borobudur

BNews–MAGELANG– Kementerian ketenagakerjaan RI melalui Balai Besar Pengembangan dan Latihan Kerja Semarang kembali menggelar Pelatihan. Dan masih dalam fokus kejuruan Wisata bidang keahlian Housekeeping.

Pelatihan tersebut dibuka pada Rabu 24 November 2021 kemarin. Lokasinya sendiri berada di Balkondes Kampoeng Dolanan Desa Bumiharjo Borobudur.

Pembukaan pelatihan dihadiri oleh Kepala koordinator Bidang Penyelenggaraan dan Pemberdayaan BBPLK Semarang BBPLK Semarang, Dody Suhardiyanto S.Pd. M. Si.

Dalam sambutan pembukaan Dody menyampaikan komitmen pemerintah dalam turut berperan serta menyiapkan SDM wisata. Hal ini menyambut ditetapkanya Borobudur sebagai kawasan super prioritas pembangunan pariwisata diantara 5 destinasi lainya di Indonesia.

“ Kami Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang , hadir di Kawasan super prioritas Borobudur sebagai  kepanjangan tangan dari pemerintah pusat. Yakni untuk turut berupaya menyiapkan SDM SDM handal dalam bidang pariwisata,” katanya.

SDM tersebut, lanjutnya kali ini khusus bidang housekeeping. Dan pemerintah berkomitmen untuk terus bersama-sama masyarakat mewujudkan SDM wisata di kawasan wisata Borobudur.

“Jadi untuk mewujukan SDM wisata di kawasan Borobudur yang kompeten. Karena syarat dalam dunia industri apapun termasuk wisata adalah memiliki kompetensi yang juga di buktikan dengan kepemilikan sertifikat kompetensi,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kegiatan pelatihan akan digelar selama 23 hari dengan materi  teori dan  praktek yang dipandu oleh instruktur dari BLKK API Tegalrejo. Ada juga dari Pesantren Enterpreneur serta juga dari pelaku industri Perhotelan.

Abbet Nugroho, selaku pelaksana program mengatakan bahwa perkembangan wisata di Borobudur sudah sangat pesat. Tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak meng-upgrade keilmuan dan kemampuannya.

“Pelatihan ini awalnya di prioritaskan bagi pemilik homestay bantuan pemerintah melalui kementerian PUPR yang jumlahnya ada sekitar 382 kamar. Namun juga terbuka bagi para pencari kerja , dan masyarakat umum yang membutuhkan; sehingga warga Borobudur dan sekitarnya bisa memanfaatkan pelatihan ini dengan baik,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan, tantangan perkembangan wisata semakin kompleks, dibutuhkan inovasi dan kreativitas dalam pelayanan. “Selain servis exelent ( pelayanan  prima ) kita juga harus mampu menghadirkan kesan dan kenangan yang sulit dilupakan. Misalnya dalam pelatihan nanti akan kita ajarkan bagaimana menciptakan masakan khas berhahan baku lokal namun rasanya otentik,” paparnya.

Ini,lanjutnya akan membawa dampak positif kedepannya, karena merupakan marketing secara tidak langsung. “Selain nantinya tamu akan berkunjung kembali , dia tidak akan sungkan untuk merekomendasikan homestay yang ada di Kawasan wisata Borobudur,” tandasnya.

Muhammad Supriyanto SE, salah satu peserta menyampaikan senang bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan house keeping ini. “Hal ini karena saat ini dunia kerja sangat memerlukan pelatihan-pelatihan yang memiliki standar kompetensi di dunia kerja,” ungkapnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: