Kerennya Kreasi Daur Ulang Sampah di Magelang

BNews—BOROBUDUR—Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang meluncurkan kreasi daur ulang sampah dan pembukaan perlombaan yel-yel serta pengukuhan fourm bank sampah Magelang Gemilang (29/3) kemarin di Tegalarum Kecamatan Borobudur.  Dalam acara ini diikuti oleh beberapa forum bank sampah se Kabupaten Magelang.

 

Pada lomba kreasi daur ulang sampah kemarin, juara pertama diraih Eko dari Bank Sampah Perkasa. Juara kedua diraih Tri Wahyuni dari Bank Sampah Bayanan, Mertoyudan dan Juara ketiga Budi S dari Bank Sampah Damai juga dari Kecamatan Mertoyudan. Sedang juara harapan I hingga III diraih Yati dari Bank Sampah Berkah Sampah Kecamatan Dukun, Siti Khoriyah dari Bank Sampah Surya Gemilang dan Siti Nurhayati dari Bank Sampah Lestari. Sedang untuk lomba yel-yel, juara I hingga III diraih Kecamatan Sawangan, Salam dan Kecamatan Dukun.

 

Kepala DLH Kabupaten Magelang, Tri Agung Sucahyo mengatakan, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati hari peduli sampah nasional (HPSN) dan sekaligus untuk memperingati HUT ke-34 Kota Mungkid. “Sebelum ini, kita juga telah melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya grebeg sampah di Pasar Muntilan, Borobudur, Pasar Bandongan dan Pasar Grabag,” katanya saat dikomfrimasi pagi tadi (4/4).

 

Perlu diketahui bahwa di Kabupaten Magelang sudah terbentuk 415 forum bank sampah di 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang. “Dengan banyaknya forum ini kami harapkan akan muncul forum-forum bank sampah lagi di Magelang, hal ini melihat meningkatnya manajemen bank sampah untuk mengelola dan daur ulang sampah,” imbuhnya.

 

Agung menambahkan, bahwa sampai saat ini, juga ada satu kecamatan yang telah memiliki 50 bank sampah, yakni Kecamatan Bandongan. “Kita lihat di Kecamatan Borobudur sendiri ada 20 desa, tetapi jumlah bank sampahnya belum ada separuhnya, maka dari itu dengan di resmikannya forum ini disini mampu memancing daerah lain untuk ikut membuat forum bank sampah,” tambahnya.

“Pada kegiatan launching kemarin, kami juga meluncurkan kreasi daur ulang, serta sekaligus melakukan deklarasi bebas sampah Kabupaten Magelang tahun 2025 oleh forum bank sampah Magelang Gemilang,” tandasnya.

 

Sementara diwawancari ditempat terpisah Camat Borobudur, Nanda Cahyadi menerangkan melalui beberapa kegiatan yang dilakukan DLH tersebut, dapat memotivasi seluruh jajaran kepala desa yang ada di Kecamatan Borobudur untuk tetap mengembangkan desa-desa wisata yang diringi dengan pengelolaan sampah melalui bank-bank sampah.

 

“Di Borobudur sendiri sebanyak 20 Desa sudah ditetapkan menjadi desa wisata, maka dari itu soal sampah dan pengelolaannya harus diperhatikan sehingga wisatawan yang berkunjung bentah disini,” pungkasnya. (bsn)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: