Keseharian Agus Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astanaanyar, Pernah Jadi Penjaga Warnet
- calendar_month Sab, 10 Des 2022

Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astananayar
BNews–NASIONAL– Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkap identitas pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung bernama Agus Sujatno.
Identitas Agus Sujatno tersebut juga menggegerkan tetangga tempat dirinya dan istri tinggal di Sukoharjo.
Akhirnya tetangga mengungkap keseharian Agus Sujatno, pelaku bom tersebut dikenal tertutup.
Tak hanya pelaku, menurut tetangga sosok sang istri pelaku juga jarang bersosialisasi dengan tetangga atau bahkan sekedar keluar dari kamarnya.
Kesaksian soal keseharian pelaku tersebut diungkap oleh tetangganya, Endang (64) yang tinggal di sebuah kontrakan yang ada di Sukoharjo.
Endang, selaku tetangga mengatakan R, istri Agus Sujatno alias AS pelaku bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar Bandung sempat menunjukkan foto suaminya yang tewas kepada tetangga indekos sambil menangis.
Endang sempat meminta istri Agus bercerita mengenai kondisinya. Saat itu, dirinya baru selesai memetik daun pisang. Sambil menangis, R menunjukkan foto suaminya yang tewas kepada dirinya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Mbak kalau ada apa-apa itu curhat sama kita. Terus ditunjuk gambarnya begitu menunjukkan gambarnya (suami) saya menjerit,” kata Endang kepada wartawan di indekos RT 007, RW 002, Siwal, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (7/12/2022).
Dia tidak tahu jika suami R tersebut terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar Bandung.
“Semoga selamat ya Mas Agus saya sambil menangis. Terus ini (istri Agus bilang) sudah enggak ada, Bu,” sambung dia.
Mendengar teriakannya itu, jelas Endang tetangga sekitar indekos berdatangan untuk menenangkan istri Agus tersebut.
“Kita enggak tahu apa-apa memang. Dia hanya (menunjukkan foto) sekelibat saja,” kata dia.
Dikatakan oleh Endang, Agus tinggal bersama anak dan istrinya di sebuah kontrakan yang ada di Desa Siwal, Kecamatan Baki, Sukoharjo.
Agus Sujatno diketahui tinggal bersama anak dan istrinya di di antara dua kamar yang ada di kanan kirinya.
Kamar yang ada di sebelah kirinya ditinggali oleh tetangga yang bernama Bu Endang. Sementara itu, kamar di sebelah kanannya di tinggali pasangan suami istri lainnya.
Meski hanya terpisahkan oleh dinding bata, namun Endang mengaku tak begitu akrab dengan pelaku dan istrinya.
Ia mengatakan kalau sang istri tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga. Bukan cuma itu, istri Agus itu bahkan hampir tak pernah ke luar dari rumah kontrakan.
Padahal menurutnya, dia dan tetangga kontrakan lainnya kerap duduk ngobrol di depan kamar. “Dia itu tidak pernah keluar. Kenalnya hanya kenal-kenal biasa saja. Beda dengan kita-kita ini yang setiap hari jagongan (mengobrol),” ujarnya dikutip tribun.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Bukan tak kenal dengan RS saja, Endang bahkan mengaku tambah tak kenal lagi dengan AS. Meski bersebelahan dia tak pernah berbicara langsung dengan AS.
Bahkan menurutnya, setiap pagi ia selalu melihat AS pergi bekerja. “Kalau pagi pas (AS) berangkat saya sapa. Berangkat mas?. Udah sebatas itu saja,” ujarnya.
Meski tertutup, dia awalnya merasa curiga dengan kepribadian tetangganya itu. Dia pun cuek-cuek saja.
Tetangga kontrakan yang terpisah dinding saja tak kenal apalagi tetangga yang tak satu kontrakan.
Rengga dan Bu Amin dua warga yang tinggal tak jauh dari rumah kontrakan AS itu mengungkapkan hal senada.
Tak kenal baik dengan AS yang sudah tinggal di Dukuh ini. Hanya saja, keduanya kerap melihat AS pergi ke masjid.
“Dia itu orangnya tertutup kok. Paling ketemu pas dia jalan ke Masjid saja atau dia lagi cari anaknya yang masih kecil,” ujar Rengga.
Penjaga Warnet
Seno yang mengenal Agus Sujatno sedari kecil mengatakan bahwa pria kelahiran tahun 1988 itu memang sudah sedari kecil tinggal di RW 11, Desa Cibangkong, Batununggal, Bandung.
Hingga SMA, Agus Sujatno tinggal bersama kakek dan ibunya di rumah tersebut.
Sementara ayah Agus Sujatno sudah bercerai dengan ibunya.
Menurut Seno, saat kecil Agus Sujatno termasuk sosok anak yang pendiam. Biasanya, ia hanya bergaul dan keluar rumah seperlunya saja.
Agus Sujatno remaja disebut lebih suka berada di dalam rumah. “Gaul tapi seperlunya sama sebayanya biasa saja kebanyakan banyak di dalam,” kata Seno seperti dimuat video TribunJabar.id pada Rabu (7/12/2022).
Kemudian kata Seno, saat lulus SMA, Agus Sujatno sudah jarang pulang ke rumah tersebut. Ia hanya tahu bahwa pemuda tersebut bekerja sebagai penjaga Warnet.
Ketika itu, Agus Sujatno sudah tidak tinggal lagi di rumah tersebut. Pria tersebut hanya sesekali pulang ke rumah.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Terakhir, Agus Sujatno pulang ke rumah saat lebaran 1443 H pada bulan Mei 2022 lalu. Seno mengaku tidak terlalu kenal sosok Agus usai lulus SMA.
Tetangga saja baru mengetahui Agus sudah menikah lantaran pernah pulang ke rumah membawa anaknya. Padahal, tetangga tidak pernah tahu kapan Agus menikah dan menikah dengan siapa.
Sementara untuk sosok Kakek dan ibu Agus Sujatno cukup terbuka dengan tetangga. Kakek dan ibu Agus juga dikenal sebagai sosok yang ramah terhadap tetangga.
Diketahui identitas pelaku peledakan bom di Polsek Astana Anyar Bandung terungkap. Sosok bernama Agus Sujatno merupakan residivis Nusakambangan dengan kasus terorisme.
Digeledah Densus 88
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menggedelah kos yang ditempati pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Agus Sujatno (AS) alias Abu Muslim.
Penggeledahan terjadi di Dukuh Blotan, RT 07, RW 02, Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (7/12/2022).
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, pihaknya hanya melakukan backup pengamanan saat penggeledahan dilakukan oleh tim Densus 88 Anti Teror itu.
“Kita hanya diminta untuk membantu memfasilitasi dan memediasi dengan Pak RT, RW juga pemilik dari kontrakan ini,” kata dia kepada TribunSolo.com.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, terduga pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar itu memang pernah tinggal di rumah kontrakan itu namun sekitar satu bulan lamanya yang bersangkutan tidak lagi menempati kos tersebut.
“Kalau detail lain, nanti teman-teman Densus 88 yang menyelidiki lebih dalam. Kalau kita hanya melakukan pengamanan saja,” kata AKBP Wahyu.
Kapolres menambahkan, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Menurutnya rilis akan dilakukan oleh Mabes Polri. (*/tribun/kompas)
About The Author
- Penulis: Borobudur News




Saat ini belum ada komentar