Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Investasi Jateng Tembus Rp110 Triliun, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Jadi Marketing Manager

Investasi Jateng Tembus Rp110 Triliun, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Jadi Marketing Manager

  • calendar_month 46 menit yang lalu

BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menghadiri Tegal Business Forum 2026 yang digelar di Shangri-la Land Convention Hall, Kota Tegal, Selasa (21/7/2026). Forum tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor perbankan guna mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis investasi.

Tidak hanya menjadi ajang pertemuan, forum ini juga ditargetkan mampu menghasilkan kerja sama nyata, komitmen investasi, hingga peluang bisnis yang dapat mendukung pengembangan ekonomi Kota Tegal dan wilayah sekitarnya.

Ahmad Luthfi Minta Business Forum Berorientasi Hasil

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penyelenggaraan business forum harus menghasilkan manfaat yang terukur, bukan sekadar menjadi agenda seremonial.

Menurutnya, setiap forum investasi harus mampu menghadirkan peluang usaha yang konkret serta melahirkan nota kesepahaman (MoU) maupun kerja sama yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Business forum harus berorientasi pada hasil, jangan hanya orientasi kegiatan. Harus ada yang dijual kepada pelaku usaha, kemudian ada MoU atau kerja sama, sehingga hasilnya jelas dan dapat diukur,” kata Luthfi di sela mengikuti acara.

Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Keterbatasan Fiskal

Luthfi menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor perbankan menjadi langkah penting untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah keterbatasan fiskal pemerintah.

Ia mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah yang mencapai sekitar Rp23 triliun harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan 35 kabupaten/kota, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan infrastruktur.

Karena itu, pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah dalam mendorong pembangunan.

“Di tengah geopolitik dunia dan keterbatasan fiskal, pejabat publik harus kreatif mencari sumber pertumbuhan baru. Caranya dengan menumbuhkan ekonomi baru di wilayah melalui investasi dan kolaborasi,” ujar Luthfi.

Kota Tegal Didorong Jadi Hub Ekonomi Tegal Raya

Gubernur juga mendorong setiap kawasan eks-karesidenan di Jawa Tengah memiliki pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung.

Menurutnya, Kota Tegal memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah Tegal Raya dengan dukungan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.

Potensi di sektor maritim, perdagangan, jasa, kuliner, hingga kewirausahaan dinilai perlu dikemas secara lebih menarik agar mampu mendatangkan investor.

“Bupati dan wali kota harus menjadi marketing manager bagi daerahnya. Mereka harus memahami potensi wilayah, menjual daerahnya, memberikan kepastian, dan menyelesaikan kendala investor,” tegasnya.

Investasi Jawa Tengah Tumbuh Positif

Ahmad Luthfi menilai Jawa Tengah masih menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investor karena didukung situasi keamanan yang kondusif, kepastian hukum, kemudahan perizinan, tenaga kerja yang kompetitif, serta kesiapan kawasan industri.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan lebih dari 418 ribu tenaga kerja.

Sementara pada Triwulan I tahun 2026, investasi telah mencapai Rp23,02 triliun dan menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada periode tersebut tercatat 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Kota Tegal juga menunjukkan kinerja investasi yang positif. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp791,67 miliar atau 132 persen dari target yang ditetapkan. Sedangkan pada Triwulan I 2026, Kota Tegal kembali masuk dalam 10 besar daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah.

UMKM Tetap Jadi Prioritas

Selain mendorong investasi berskala besar, Luthfi menegaskan bahwa penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus tetap menjadi perhatian.

Saat ini Jawa Tengah memiliki sekitar 4,9 juta pelaku UMKM yang perlu terus didorong naik kelas melalui pendampingan, perluasan akses pasar, dan dukungan pembiayaan.

Dalam hal tersebut, Bank Jateng diharapkan mampu menjadi salah satu tulang punggung pembiayaan UMKM sekaligus memperluas layanan kepada sektor swasta.

Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, mengatakan Tegal Business Forum merupakan bentuk kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan Bank Jateng.

Menurutnya, forum tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah agar Bank Jateng tidak hanya berfokus pada transaksi pemerintahan, tetapi juga semakin aktif melayani dunia usaha.

“Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial,” katanya.

Tegal Business Forum Hadirkan Ratusan Pelaku Usaha

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan Tegal Business Forum 2026 diikuti sekitar 100 pengusaha besar asal Kota Tegal, 100 pelaku usaha kuliner; restoran, kafe, dan lounge, serta perwakilan dari sekitar 20 perusahaan penanaman modal asing (PMA).

Ia berharap forum tersebut mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset dan lahan strategis yang selama ini belum produktif sekaligus menarik investasi baru; di sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, hingga fasilitas publik.

Tegal Business Forum 2026 mengusung tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service”. Melalui forum ini, Pemerintah Kota Tegal menegaskan komitmennya; untuk terus memberikan kemudahan pelayanan dan perizinan bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi dan mengembangkan usahanya di Kota Tegal. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less