Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kisah Abu Jahal yang Gagal Menghancurkan Abu Nawas

Kisah Abu Jahal yang Gagal Menghancurkan Abu Nawas

  • calendar_month Kam, 26 Okt 2023

“Nah, begitu juga dengan hamba, tuan hakim. Di rumah hamba sedang memasak makanan lezat, dan Abu Nawas ini telah menghirup aroma masakan yang berasal dari rumah hamba. Sedangkan hamba tidak ikhlas tuan hakim. Bukankah itu termasuk perbuatan mencuri?” tanya Abu Jahal lagi.

“Oleh karena itu, hamba menuntut supaya Abu Nawas membayarnya,” kata Abu Jahal melanjutkan.

“Ada benarnya ucapan Abu Jahal, tapi masak iya hanya gara-gara mencium masakan harus disuruh bayar,” pikir tuan hakim.

Sementara Abu Nawas melihat gelagat tuan hakim yang tampak kebingungan menangani masalah ini. Abu Nawas tahu tuan hakim adalah orang bijak, tapi karena pintarnya Abu Jahal dalam mengolah kata, membuat tuan hakim jadi kebingungan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Begini saja tuan hakim, hamba mengaku telah bersalah dan hamba bersedia membayar,” ujar Abu Nawas.

“Tapi Abu Nawas, apa kamu yakin?” tanya tuan hakim merasa tidak tega.

“Iya tuan hakim, hamba tidak keberatan,” jawab Abu Nawas.

“Baiklah. Abu Jahal, berapa Abu Nawas harus membayarmu?” tanya tuan hakim.

“(Sebesar) 100 dinar tuan hakim,” jawab Abu Jahal.

“(Sebanyak) 100 dinar? Yang benar saja kamu!” tanya tuan hakim terkejut.

“Hamba serius tuan hakim. Masakan yang baunya dicium Abu Nawas itu hidangan mahal. Belum lagi koki yang masak sengaja didatangkan dari negeri seberang, bayarannya sangat mahal. Jadi wajar kalau hamba menuntut ganti rugi 100 dinar,” balas Abu Jahal.

“Bagaimana Abu Nawas? Apakah kamu bersedia?” tanya tuan hakim kepada Abu Nawas.

Dengan tersenyum Abu Nawas menjawab, “Hamba bersedia tuan hakim, tapi hamba minta izin mau pulang ke rumah untuk mengambil uang 100 dinar,” pinta Abu Nawas.

Abu Nawas lalu dipersilakan pulang untuk mengambil uangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kena kau Abu Nawas, kali ini aku berhasil mengerjaimu dan aku juga mendapatkan uang 100 dinar,” kata Abu Jahal dalam hati penuh kegirangan.

Tidak berapa lama kemudian Abu Nawas kembali dengan membawa uang 100 dinar.

“Tuan hakim, kantong yang hamba bawa ini isinya koin emas berisi 100 dinar, tapi sebelumnya hamba ingin memperlihatkannya kepada tuan hakim supaya benar-benar percaya kalau uang di dalam kantong ini berjumlah 100 dinar,” tutur Abu Nawas.

Abu Nawas lalu memberikan kantongnya kepada tuan hakim dan disuruh menghitung jumlahnya. Setelah selesai menghitung, tuan hakim pun mengembalikannya kepada Abu Nawas.

“Benar Abu Nawas, uangnya berjumlah 100 dinar,” ucap tuan hakim.

(KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less