Kisah Misteri di Bekas Tragedi Susur Sungai : Ojol Terima Order Atas Nama Korban

BNews–SLEMAN—Tragedi meninggalnya sepuluh siswa SMPN 1 Turi Sleman saat susur sungai Sempor meninggalkan kisah misteri. Sejumlah driver ojek online (Ojol) mengaku mendapatkan pesanan dari nama salah satu korban di dekat sungai.

Seorang warga RT 03 Dusun Dukuh yang menemui ketiga ojol itu mengatakan, mereka semua mendapat pesanan antar jemput dari pelanggan yang sama inisial SA. Dia pun menjawab jika tidak ada warga atas nama tersebut, dan menyebut jika nama itu adalah satu dari 10 korban tewas di sungai Sempor.

“Driver pertama itu kan pakai GPS, dan lokasi penjemputannya itu berhenti di depan rumah saya (sekitar 300 meter dari kali Sempor). Dia mondar-mandir, kemudian ditanya adek saya, katanya mencari sebuah nama,” katanya.

“Saat itu saya pas di dalam rumah dengar dia menyebut sebuah nama sebagai pemesan order. Saat saya cocokkan, ternyata namanya sama dengan salah satu korban yang baru saja ditemukan tewas. Saya kaget kemudian saya keluar beritahu orang itu dan saya minta driver itu batalin order,” ungkap pria yang tak ingin disebutkan namanya tersebut.

Driver yang diberitahu itu, dikatakannya, sempat lemas mendengar cerita tersebut. Lantaran ketakutan, driver itu pun akhirnya kembali pulang dan meng-cancel orderan tersebut.

“Dia sempat nunjukin ke saya obrolan pelanggan itu. Si pelanggan bilang kalau tidak usah telepon karena baterainya lowbatt. Pas sampai sini juga ditelepon tidak bisa. Pas sudah saya beritahu, dia langsung lemes, terus balik,” jelasnya.

Tak berlangsung lama, kata dia, datang lagi driver ojol yang lain. Dia datang dengan tujuan titik lokasi yang sama.

Loading...

Namun driver itu terlihat mondar-mandir di luar dusun Dukuh. Karena penasaran akan kasus yang sama dengan driver sebelumnya, dia pun mendatangi driver yang tampak kebingungan tersebut.


Salah satu order customer yang diduga atas nama korban meninggal SMPN 1 Turi Sleman. (Foto: Screenshoot/Facebook/Tagar/Ridwan Anshori)

“Yang driver kedua itu mondar-mandir di luar dusun situ. Dia bilang dapat pesanan suruh jemput di sekitar sini (Sungai Sempor). Yang mengagetkan, nama pemesan sama dengan driver ojol pertama.

“Dia juga bilang kalau tidak usah ditelepon karena batre handphonnya lowbatt,” ujar dia.

Karena punya kemiripan dengan driver pertama tadi, warga pun kemudian meminta driver ojol itu pergi dan membatalkan orderan. “Saya ceritakan semuanya. Dalam order itu, dia minta diantar ke Pasar Sleman,” ujar dia.

Pria yang berumur kurang lebih 35 tahun itu mulai merinding dan merasa ada keanehan dengan dua driver yang mendapat pesanan atas nama sama di sekitar lokasi kejadian (Sungai Sempor). Ia pun lantas meminta kepada warga sekitar jika bertemu dengan driver yang kebingunan dengan pesanan yang sama, agar langsung disuruh pulang.

Firasat aneh itu akhirnya benar terjadi. Tak berlangsung lama, datang driver ojol ketiga yang titik lokasi antarnya tepat di atas jembatan sungai Sempor.

Seperti diketahui, di bawah jembatan Sungai Sempor itulah ratusan siswa SMPN 1 Turi hanyut. Driver itu mengaku mendapat order penjemputan di Sleman namun lokasi turunnya persis di jembatan Sempor.

Namun entah bagaimana awalnya, sang driver justru langsung menuju jembatan Kali Sempor. “Driver yang ketiga itu kebalik, dia malah datang ke lokasi turun tujuan di jembatan itu. Dia sempat berhenti dulu di masjid, terus didatangi warga,” ujarnya.

Yang tak kalah mengagetkan, tambah warga itu, nama pemesan ojek online itu sama dengan dua driver sebelumnya. Yakni mirip salah satu korban tewas susur sungai Sempor.

“Bilangnya sama warga dapat orderan atas nama itu (korban tewas). Sama seperti dua driver lain, dia juga minta driver tak menelepon karena batre handphone lowbatt,” tegasnya.

Menurutnya, setelah driver ketiga itu, tidak ada lagi driver ojol lain yang datang. Ia pun menyebut jika hal seperti itu memang aneh, namun bisa terjadi umumnya 7 hari setelah kematian seseorang.

“Ya kalau kejadian itu dibilang tak logis ya tak logis, soalnya kan aplikasi itu online. Tapi memang hal semacam itu umumnya pasti terjadi, apalagi kalau masih satu minggu setelah meninggal,” pungkasnya. (*/bsn)

Sumber : tagar

Kaos Deglang
5 Comments
  1. tama says

    paling juga orang iseng yang bikin akun baru trus namanya di samain…
    UDAH BASIII……LAGU LAMAA

  2. Risky says

    Kalo akun baru. Penilaian dia ( si customer) 4.9 bro. Udah 50 driver lebih ngasih penilaian. Soalnya aku saya juga ojol

  3. Libert says

    Ordennya 1 tapi karena di Cancel oleh driver yng pertma maka masuk ke driver yng lain,karena prinsipnya jika driver yang Cancel maka server akan mencari driver lain,tapi Jika pelanggan yng Cancel server tidak akan mencari driver lain atau langsung selesai.

  4. Bğ Hin says

    100% orang iseng

  5. rahasia says

    saya ada bukti foto riwayat orderan dari driver,itu memang bener..mau gk percaya ya silahkan,kalau pernah denger kisah aisyah ya mirip seperti itu ceritanya

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: