Kisah Buddha Dilahirkan Jadi Kelinci dan Disantap Orang Kelaparan

BNews—BOROBUDUR— Relief di Candi Borobudur mengajarkan banyak hal tentang kehidupan Buddha. Relief merupakan kitab besar ilmu pengetahuan di masa dahulu kala dan untuk masa depan.

Louie Buana, salah satu tim ahli penyusun narasi legenda Borobudur UGM mengatakan banyak relief di Candi Borobudur yang tidak populer. Padahal, kata dia banyak sekali ajaran ajaran kebaikan didalamnya.

Salah satunya adalah cerita tentang Sasa Jataka. Relief ini mengisahkan tentang kelahiran Budha dalam wujud hewan kelinci.

Kisah ini, kata dia, tepat jika ditujukan untuk wisatawan anak-anak. “Sasa Jataka itu memang kita susun kita peruntukkan untuk anak kecil, karena pertama ceritanya cerita fabel, jadi lebih bisa terhubung. Kedua, kita juga menekankan bahwa dulu di Indonesia ada kelinci yang seperti ini namun sekarang sudah punah,” katanya.

“Jadi untuk generasi muda ini tanggung jawab besar untuk menjaga kebudayaan dan alam,” katanya.

Kisah Sasa Jataka diawali dengan kelahiran Budha yang berwujud kelinci bernama Sasa. Karena pengorbanannya yang rela dijadikan santapan mereka yang kelaparan, maka Sasa akhirnya mendapat kesempurnaan.

Kemudian, kelinci Sasa di seluruh dunia menjadi terkenal akan perwujudannya menyerupai bulan. Cerita ini juga dipakai di seluruh dunia, seperti Jepang, Amerika. (her/wan)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: