Kisah Warga Magelang, Bersepeda Motor Sendiri Ke Empat Negara
- calendar_month Sel, 3 Okt 2023

Warga Magelang lakukan solo riding ke empat negara
BNews-MAGELANG- Priyo Handoko (38), seorang warga Kabupaten Magelang, menjalani perjalanan solo riding menuju empat negara dengan menggunakan sepeda motor Honda CB125. Dengan semangat yang membakar, ia menempuh perjalanan sejauh 5.000 kilometer ke Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Myanmar.
Sebelum memulai solo riding ini, Priyo mempersiapkan dirinya dengan matang. Perencanaan dilakukan secara teliti untuk meminimalkan kerusakan yang mungkin terjadi pada motor tua buatannya yang diproduksi pada tahun 1972.
Solo riding ini dijalani dengan semangat yang diusung oleh tagline “Anything Can Go Anywhere”. Perjalanan etape pertama dimulai dari Kabupaten Magelang pada tanggal 9 Agustus 2023. Total waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan ini adalah sekitar satu bulan.
Ide petualangan ini muncul dalam benak Priyo saat ia berada di Nepal pada bulan Oktober 2022. “Kok asyik naik motor, akhirnya pulang dulu (dari Nepal) untuk mempersiapkan motor. Saya memiliki beberapa motor dan saya merasa lebih asyik menggunakan motor tua. Namun, tentu saja ada risiko yang harus dihadapi karena harus mempersiapkan perbaikan-perbaikan serta menghindari kerusakan,” ujar Priyo dikutip Detik (28/9/2023).
Sebelum memulai perjalanan dengan menggunakan motor CB125 nomor polisi AA 6168 ABB, Priyo mengurus semua persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Dokumen tersebut meliputi paspor, SIM Internasional, serta Carnet De Passages En Douane (CPD) atau surat izin melintas kendaraan bermotor antarnegara.
Selain itu, Priyo juga membawa perlengkapan bengkel yang lengkap serta uang yang sudah ditukar dengan mata uang negara-negara yang akan ia kunjungi. Bagian belakang motornya pun didesain sedemikian rupa agar dapat memuat barang dan perlengkapan yang diperlukan.
“Ini adalah kegiatan pribadi saya, sebenarnya ada misi khusus yang ingin saya sampaikan melalui tagline saya, yaitu anything can go anywhere. Artinya, siapapun seakan-akan bisa pergi kemana saja selama dokumen-dokumen yang diperlukan sudah lengkap,” ungkap Priyo, seorang ayah dari dua orang putra.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Perjalanan dimulai dari Magelang menuju Semarang, kemudian dilanjutkan dengan naik kapal menuju Kalimantan Barat.
“Saya memulai perjalanan dari Magelang pada tanggal 9 Agustus 2023. Saya melakukan perjalanan keliling Jawa, lalu masuk ke Serawak (Malaysia), Brunei, Sabah, dan dari sana saya akan menyeberang ke Kuala Lumpur. Setelah itu, saya akan naik ke Bangkok, Thailand,” jelasnya.
Ia juga berencana melanjutkan perjalanan menuju Myanmar setelah tiba di Thailand. Namun, ada beberapa masalah yang membuatnya harus kembali ke Malaysia.
“Saat itu, ada pengiriman barang dari Thailand ke Myanmar, namun setelah saya sampai, ternyata biayanya terlalu tinggi. Akhirnya, saya harus kembali ke Malaysia. Rencananya, pada etape kedua, saya akan mengirimkan motor saya dari Malaysia ke India,” tuturnya.
Perjalanan etape pertama berakhir di Thailand. Saat ini, motor yang digunakan masih berada di Malaysia. Priyo berencana melanjutkan perjalanan pada etape kedua.
“Di Indonesia, mudah karena kita bisa naik motor bersama-sama dengan orang lain. Namun, di luar negeri tidak bisa, kita harus melakukan pengiriman sendiri. Saat ini, motor saya masih berada di Malaysia. Jadi, jika minggu depan ada kapal yang siap, saya akan segera berangkat,” ujar Priyo, sang ayah dari Abid Hamizan (8) dan Air Langga (5).
Priyo kembali ke Magelang dari Malaysia pada hari Sabtu (18/9). Selama perjalanannya, ia menempuh jarak sekitar 5.000 kilometer. Kini, pria yang berasal dari Sumberarum Tempuran Kabupaten Magelang ini sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan solo riding pada etape kedua.
“Sebenarnya, perjalanan ini tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5.000 kilometer. Tapi, ini benar-benar sebuah misi pribadi bagi saya karena saya adalah pecinta sepeda motor. Misi saya hanya ingin memberitahukan kepada teman-teman bahwa siapapun bisa pergi ke luar negeri. Uang sebesar 50 juta rupiah yang saya persiapkan juga tidak habis semua. Jadi, saya membawa jumlah yang sebesar itu, namun cara pengeluarannya tergantung pada pola hidup kita, seperti makanan dan hotel yang kita pilih,” ungkapnya.
Priyo juga menceritakan pengalamannya saat berada di Malaysia yang sering mendapatkan sapaan hangat dari Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di sana.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Saya pernah mengalami pengalaman di Malaysia ketika sedang berada di jalan tol. Seringkali, mobil di sebelah saya membukakan jendelanya dan mengatakan, ‘Mas Indonesia ya, hati-hati’. Mereka selalu menyapa dan ternyata mereka adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sana. Beberapa kali, mereka menghentikan saya di rest area dan mengajak saya minum kopi. Mereka tahu bahwa saya sedang melakukan perjalanan dari Jawa, maka mereka dengan sukarela menyediakan segelas kopi, air putih, atau apa pun yang mereka punya. Ada juga beberapa kali ketika saya berada di kota, bukan di jalan tol, saya bertemu dengan orang Indonesia lagi dan mereka mengajak saya ke tempat tinggal mereka atau tempat lain,” kenang Priyo dengan gembira.
Sebelumnya, ia sempat mendengar adanya isu bahwa melakukan perjalanan ke luar negeri dengan jenis dan kapasitas mesin tertentu tidak mungkin dilakukan. Namun, Priyo membuktikan bahwa motor CB125 miliknya mampu membawanya ke luar negeri. Saat ini, ia sedang merencanakan etape kedua di Asia Selatan. Selama perjalanannya ke empat negara tersebut, Priyo mengaku motor yang digunakan dalam kondisi yang aman.
“Alhamdulillah, selama ini motor saya belum pernah mengalami mogok atau masalah lainnya,” kata Priyo dengan bahagia.
Istri Priyo, Wiwik Kurniati (34), mengatakan bahwa dia sudah mengetahui hobi suaminya sejak sebelum mereka menikah.
“Sejak sebelum menikah, saya sudah tahu bahwa dia memiliki hobi seperti ini. Saya sudah terbiasa. Anak-anak pun juga sudah terbiasa ditinggalkan oleh Ayah mereka sejak mereka kecil,” ujar Wiwik.
“Waktu sore jika Ayah belum menelepon, saya pasti bertanya kabarnya. Kalau sore belum menelepon, saya mulai khawatir karena dia sedang naik motor di jalan,” tambah Wiwik.
Kisah Priyo Handoko membuat kita semakin termotivasi untuk mengikuti passion dalam hidup kita. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mempersiapkannya dengan baik dan berani melangkah keluar dari zona nyaman. Bagaimana dengan Anda? Apa passion Anda yang ingin diwujudkan ke dalam petualangan hidup? . (*/ sumber : Detik)
About The Author
- Penulis: Borobudur News



Saat ini belum ada komentar