KKN UAD Gelar Pelatihan Ember Tumpuk, Bentuk Dukungan Program Bantul Bersama
- calendar_month Kam, 3 Mar 2022

KKN UAD Beri pelatihan ember tumpuk di Bantul
BNews–JOGJA– Sampah sampai saat ini menjadi masalah utama dalam masyarakat. Berbagai solusi ditawarkan pemerintah dalam mengatasi hal itu. Salah satu solusi yang saat ini banyak dilakukan adalah bank sampah.
Bank sampah dinilai efektif mengatasi masalah sampah anorganik. Namun, tidak dengan sampah organik. Sampah organik biasanya tidak masuk kriteria sampah yang dapat diinput pada bank sampah.
Sampah organik menjadi masalah tersendiri dan bersumber dari lingkup paling kecil yaitu rumah tangga. Sampah organik dalam rumah tangga berupa limbah dapur seperti kulit buah, sayur sisa dan makanan sisa.
Umumnya sampah organik hanya dibuang atau sekedar dibakar. Pengelolaan yang kurang tepat dapat menimbulkan permasalahan baru. Hal ini karena masyarakat kurang paham akan pengelolaan sampah organik. Padahal jika dikelola dengan baik, sampah organik bisa memiliki manfaat lain.
“Sampah seperti daun-daun kering paling dibakar, kami ingin tahu cara lain mengolah sampah biar tidak mencemari lingkungan. Kalau bisa kami ingin melihat bagaimana praktiknya bukan sekedar teori,” kata Sarwadi selaku kepala dukuh Padukuhan Dumpuh.
Menanggapi hal itu, KKN Universitas Ahmad Dahlan melakukan pelatihan pengelolaan sampah organik. Pelatihan tersebut berupa peragaan penggunaan ember tumpuk pada hari Senin (28/2). Pergelaran ini dilakukan di Padukuhan Dumpuh, Kalurahan Argodadi, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY.
Kegiatan yang dilakukan KKN UAD unit XIV.C.1 ini diharapkan membantu mengurangi permasalahan sampah organik dari lingkup rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya dalam mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Bantul yaitu Bantul Bebas Sampah 2025 (Bantul Bersama).
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Pelatihan ini menyasar ibu-ibu PKK dan pemuda padukuhan. Sasaran tersebut diambil karena tujuan pelatihan ini adalah agar masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dalam lingkup rumah tangga. Selain itu, diharapkan masyarakat bisa mengambil kesempatan dari hasil pengolahan sampah tersebut sebagai ide usaha.
Pelatihan dilakukan dengan menunjukan bagian-bagian ember tumpuk beserta fungsinya. Selain itu, diperagakan juga cara penggunaan dari ember tumpuk untuk pembuatan pupuk organik. Pupuk organik tersebut berupa pupuk organik cair dan kompos.
KKN UAD dalam kegiatan ini juga menggelar pelatihan pembuatan mol sebagai aktivator dalam pengolahan sampah. Pelatihan ini ditambahkan agar masyarakat bisa memanfaatkan limbah dapur sebagai ganti dari cairan EM4. Masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan antusiasme yang tinggi.
Hal itu dibuktikan dengan banyaknya tanggapan positif atas praktik yang diperagakan dan berbagi pengalaman antara mahasiswa dan masyarakat.
Pelatihan ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengatasi sampah organik dari rumah tangga mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu mensukseskan program Bantul Bersama. Selain itu, mampu memberikan nilai pada sampah dapur yang biasa dianggap tak berguna. (adv)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar