Mbah Rono Prediksi Erupsi Merapi, Ini Penjelasannya

BNews—JOGJAKARTA— Aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di Level III atau Siaga sejak ditetapkan pada 5 November 2020 lalu. Dimana biasanya hal ini tanda-tanda Merapi akan mendekati terjadinya erupsi.

Namun Peneliti vulkanologi Surono atau yang akrab disapa Mbah Rono memprediksi Merapi belum akan erupsi dalam waktu dekat.

”Sudah saya sampaikan tidak dalam waktu dekat ini (Merapi meletus). Gunung meletus bukan hanya karena gempanya banyak kemudian meletus nggak seperti itu,” kata Mbah Rono seperti dikutip Detik (2/12).

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) itu menyebut, Gunung Merapi sudah berubah jika dibandingkan pada 2010 lalu. Menurutnya, berdasarkan data kegempaan Merapi saat ini cenderung fluktuatif.

”Kalau selama ini Merapi gempanya banyak kemudian guguran dan hembusan banyak, ya, nggak nimbun-nimbun,” jelasnya.

”Misalnya (gempa) guguran sedikit, sebentar kemudian gempa vulkanik dangkal naik, lalu gempa hembusan dan fase banyaknya turun dan meningkat lagi hembusannya dan gugurannya, ya, tidak rampung-rampung,” sambung Mbah Rono.

Menurut analisisnya, kemungkinan erupsi Gunung Merapi bisa terjadi jika gempa guguran dan hembusannya sedikit.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Kecuali tiba-tiba gugurannya kayak seperti berhenti sedikit, hembusannya sedikit, tapi gempanya vulkanik dangkal naik, fase banyaknya naik mungkin mbledos (erupsi),” sebutnya.

Mbah Rono menyebut tidak perlu muncul kubah lava terlebih dahulu untuk erupsi. Sebab, yang menentukan erupsi adalah tekanan energi dari dalam gunung.

Nggak harus (ada kubah lava). Kita lihat saja apakah memang kuat. Kegempaan yang ada itu kan mengumpulkan enegi kalau dia gagal mengumpulkan energi, ya, kapan akan meletus,” jelas Mbah Rono.

”Meletus kan gampang tekanan di dalam lebih kuat dari tekanan di luar,” tambahnya.

Melihat aktivitas tersebut, Mbah Rono meyakini jika status Merapi Siaga akan berlangsung panjang.

”Kayaknya lama. Mungkin kalau berharap meletus dalam waktu dekat ini kayaknya belum. Selama polanya seperti ini naik fase banyaknya, hembusan naik nanti turun lagi tapi diimbangi hembusan dan guguran, ya, ngono wae (begitu saja),” ucapnya.

Untuk itu, dia berpesan agar masyarakat tetap waspada dan tetap mematuhi rekomendasi yang diberikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

”Ya, ikuti rekomendasi BPPTKG. Adanya suatu rekomendasi, ya, diikuti. Masyarakat di sekitar Merapi manut-manut. Disuruh ngungsi, ya, ngungsi,” pungkasnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: