Lampaui Covid-19, Kasus DBD di Sleman Capai 598 Orang

BNews—SLEMAN— Kasus DBD sepertinya layak diwaspadai juga disamping Covid-19. Di Sleman angka DBD tahun ini cukup tinggi bahkan melebihi kasua Covid-19.


Data dilansir Dinas Kesehatan Sleman menyebutkan jumlah DBD selama tahun 2020 ini meningkat tajam dibanding tahun lalu. Jumlahnya mencapai 598 kasus.


Angka ini patut diwaspadai. Dua diantaranya meninggal dunia akibat DBD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sleman, Dulzaini mengungkapkan dibandingkan tahun 2019, kasus DBD di Kabupaten Sleman mengalami lonjakan cukup tinggi.

Data tahun 2019 terdapat 724 kasus, sedangkan tahun ini masih berada di pertengahan bulan sudah mencapai 598 kasus.

“Ya prediksi satu tahun ada kenaikan kasus. Tahun 2019 sampai Desember 724 kasus, sekarang sampai bulan Juni ada 598 kasus,” ungkapnya pada Selasa (22/6).

Kasus DBD tertinggi di Kabupaten Sleman masih ditempati Kecamatan Prambanan dengan 95 kasus. Kedua, Kecamatan Mlati dengan 77 kasus dan ketiga, ditempati oleh Kecamatan Godean dengan 72 kasus.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo memaparkan hingga saat ini di Kabupaten Sleman belum ditemukan pasien dengan infeksi ganda, DBD dengan COVID-19.

Menurut Joko infeksi ganda bisa terjadi lantaran kedua penyakit ini memiliki cara penularan yang berbeda.

Yang mana DBD dalam penularannya membutuhkan vector, sementara COVID-19 termasuk penyakit yang bisa menular secara langsung.


“Sejauh ini belum ditemukan kasus ganda tersebut di Sleman, tapi secara teori bisa saja terjadi penderita DBD juga menderita COVID-19 atau sebaliknya,” paparnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: