Laporan Mingguan BPPTKG: Merapi Alami Deformasi 11 CM dan Ribuan Gempa

BNewsJOGJAKARTA Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta masih berada di Level III atau siaga. Hal ini setelah ditetapkan sejak pada Tanggal 5 November 2020 lalu.

Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, (BPPTKG) Yogyakarta kembali melaporkan aktivitas Gunung Merapi dalam kurun waktu satu minggu. Durasi waktu tersebut dimulai sejak tanggal 27 November hingga 3 Desember 2020.

Dilaporkan dalam rils yang kami terima, puncak Merapi tampak secara visual mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal. Dengan tekanan lemah hingga sedang, Tinggi asap maksimum 600 meter. Hal itu teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 27 November 2020 jam 05.50WIB.

Dilaporkan juga terdengar beberapa kali guguran dengan jarak luncur yang tidak teramati karena visual dominan berkabut.

Sementara untuk analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 29 November terhadap tanggal 26 November 2020; tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak.

Dari sektor barat laut profil topografi puncak terutama pada sekitar Lava1948 dan Lava1888 sedikit berubah karena aktivitas guguran yang terjadi.

Dan untuk laporan kegempaan di Gunung Merapi dalam minggu ini tercatat 236 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 2.128 kali gempa Fase Banyak (MP), tiga kali gempa Low Frekuensi (LF); 289 kali gempa Guguran (RF), 330 kali gempa Hembusan (DG) dan sebelas kali gempa Tektonik (TT).

Loading...

Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Untuk lajut deformasi di badan Gunung Merapi, BPPTKG melaporkan jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.039,829 meter hingga 4.040,567 meter; dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.854,566 meter hingga 3.855,308 meter.

Baseline GPS Klatakan-Plawangan berkisar pada 6.164,05 meter hingga 6.164,08 meter. Sehingga deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 11 sentimeter perhari.

Dan berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka BPPTKG memberikan beberapa kesimpulan. Yakni terdapat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi, sehingga status aktivitas

ditetapkan dalam tingkat aktivitas ’SIAGA’. Kemudian potensi bahaya saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan awanpanas sejauh maksimal 5 kilometer. (bsn/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: