5 Sekolah Di Kabupaten Magelang Jalankan UCO PTM, Hanya 2 Jam di Dalam Kelas

BNews–MAGELANG-– Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Di Kabupaten Magelang berlangsung di lima sekolah. Dimana proses tersebut sudah dimulai sejak tanggal 5 April 2021 lalu.

“Benar sudah berlangsung dua hari ini di lima sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin saat diwawancarai Borobudurnews.com (6/4/2021).

Dia menyebutkan bahwa lima sekolah tersebut yakni SMA Van Lith Muntilan, SMK Ngablak, MAN 2 Tegalrejo; lalu SMP Negeri 1 Mungkid dan MTS Negeri Grabag.

“Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar. Untuk protokol kesehatan jga dipantau juga oleh ajjaran Dinkes Kabupaten Magelang dan Puskesmas setempat,” imbuhnya.

Proses uji coba PTM tersebut direncanakan akan belangsung hinggal tanggal 16 April 2021 kedepan. Kemudian tanggal 19-23 April 2021 akan dilakukan evaluasi.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Mungkid, Supriyanto mengatakan bahwa uji coba PTM di tempatnya berjalan lancar. Protokol kesehatan berjalan dengan ketat dengan pemantaun tenaga kesehatan setempat.

“Kami untuk uji coba ini melibatkan sekitar 96 siswa, meskipun batas maksimal sesuai SOP berjumlah 110 siswa. Dan untuk isi dalam satu kelas maksimal 15 siswa, sementara di sekolah kami terdapat 12 siswa saja,” katanya saat diwawancarai terpisah oleh Borobudurnews (6/4/2021).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ia menyebutkan bahwa sebenarnya total di sekolahnya terdapat sekitar 720 siswa. Namun yang melakukan uji coba hanya 96 siswa.

“Untuk siswa lainnya yang tidak ikut uji coba masih sama proses pembelajarannya, yakni daring,” imbuhnya.

Untuk teknis pembelajaran dalam uji coba ini, katanya total hanyak selama dua jam dalam satu hari. Dimana dalam dua jam tersebut dibagi empat sesi tanpa istirahat.

“Jadi siswa di dalam kelas maksimal 2 jam saja, dan selama uji coba tidak boleh diganti siswanya. Tidak ada waktu istirahat dalam proses tersebut, Hal ini juga untuk menghindari kontak fisik,” paparnya.

Sementara untuk protokol kesehatan, lanjutnya tetap dijalan dengan ketat. Seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan cek suhu badan.

“Dalam uji coba ini jadwal siswa masuk seharusnya pukul 08.00 wib. Namun di sekolah kami kita ajukan pukul 07.30 wib, karena sebelumnya ada kegiatan dalam kelas yakni literasi, berdoaa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya,” paparnya.

Supriyanto juga menyampaikan, selain proses pembelajaran pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada murid-murid untuk tetap menegakan protokol kesehatan. Baik di lingkungan sekolah maupun diluar.

“Jadi kita himbau setelah proses pembelajaran di sekolah, para siswa untuk segera pulang ke rumah. Dan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: