Perkuat Demokrasi, Bawaslu Magelang Pertajam Pembinaan 48 Desa APU dan Pengawasan
- calendar_month 0 menit yang lalu

Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar kegiatan penguatan kelembagaan melalui keterlibatan dan peran masyarakat tahun 2026 dengan tema "Mengokohkan Demokrasi dari Desa" di Aula Kantor Kecamatan Tegalrejo, Kamis (29/10/2026). (foto: mta)
BNews–MAGELANG– Bawaslu Kabupaten Magelang menggelar kegiatan penguatan kelembagaan melalui keterlibatan dan peran masyarakat tahun 2026 dengan tema “Mengokohkan Demokrasi dari Desa” di Aula Kantor Kecamatan Tegalrejo, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bawaslu, dan masyarakat dalam menekan praktik politik uang demi mewujudkan pemilihan yang bersih dan bermartabat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang M. Habib Saleh menjelaskan bahwa pihaknya saat ini membina sebanyak 48 desa yang terdiri atas 41 Desa Anti Politik Uang (APU) dan 7 Desa Pengawasan.
“Desa-desa ini sudah kita deklarasikan, tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja dan perlu dilakukan pembinaan secara berkala,” ujar Habib, di usai pembukaan kegiatan.
Selain melibatkan desa, Bawaslu juga menggandeng sejumlah sekolah yang telah melakukan MoU; organisasi kemasyarakatan (ormas); hingga kelompok disabilitas turut dilibatkan untuk memperkuat fondasi demokrasi.
“Kegiatan ini dalam rangka merawat desa-desa yang sudah kita bina. 48 desa itu kita bagi dalam tiga kegiatan. Yakni di TEA Tanjung Muntilan, Aula Kecamatan Kaliangkrik, dan Aula Kecamatan Tegalrejo,” jelas Habib.
Sementara itu, Wakil Bupati Magelang, Sahid, menegaskan bahwa politik uang merupakan ancaman nyata bagi masa depan demokrasi. Yang bekerja bagai racun perusak tatanan keadilan sosial.
“Tema mengokohkan demokrasi dari desa sangat relevan. Desa bukanlah objek politik semata, melainkan benteng pertahanan utama demokrasi. Penguatan kelembagaan Bawaslu tidak akan maksimal tanpa peran serta seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.
Melalui sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, Bawaslu, dan masyarakat, diharapkan angka partisipasi pemilih tidak hanya diukur berdasarkan kehadiran di TPS saja. Tetapi mencakup keterlibatan aktif dalam seluruh tahapan pemilu.
“Masyarakat Magelang diharapkan dapat terus membuktikan diri sebagai warga yang bermartabat, cerdas, dan berani dalam berdemokrasi,” pungkasnya. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar