Magelang Diguyur Hujan Abu, Sayuran Rusak Hingga Sulit Cari Pakan Ternak

BNews—MAGELANG— Hujan abu tipis akibat guguran awan panas Gunung Merapi membuat tanaman sayur warga di daerah terdampak mengalami kerusakan. Selain itu, kesulitan mencari pakan ternak seperti rumput karena tercampur dengan abu vulkanik.

Salah satu desa terdampak akibat hujan abu yakni di wilayah Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Tanaman pertanian milik warga mengalami kerusakan setelah tiga hari berturut-turut sejak Minggu (08/08) hingga (10/08) malam diguyur hujan abu tipis.

Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Sengi, Wawan HS mengatakan, dampak guyuran hujan abu menyebabkan tanaman rusak. Baik yang dimanfaatkan daun dan bunganya.

”Sudah banyak tanaman warga yang rusak. Utamaya jenis sayuran seperti kol, selada, sawi, dan kembang kol. Bahkan, tanaman sudah disemprot air khusus untuk meminimalisir risiko abu,” ujarnya.

”Tentunya, ini akan berpengaruh pada hasil panen dan harga nanti. Jika hujan abu terus-menerus kemungkinan bisa gagal panen,” sambungnya, Rabu (11/08).

Tak hanya disektor pertanian, dampak hujan abu juga menyulitkan warga hingga peternak untuk mencari pakan rumput. Saat ini, rumput yang biasanya dijadikan pakan ternak sudah diselimuti abu.

”Biasanya warga mencari rumput itu di lereng Gunung Merapi tapi sudah ditutupi abu semua. Sehingga, warga pun mencari rumput harus ke desa lain yang tidak terkena dampak abu,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Kami juga koordinasi dengan tim relawan lain untuk mencari bantuan pakan ternak,” tuturnya,” imbuhnya.

Sementara itu, di Desa Sengi terdapat dua Dusun yang paling terdampak. Diantaranya Dusun Gowok Sabrang sebanyak 218 Kepala Keluarga (KK) dan Dusun Gowok Pos sebanyak 248KK.

Berdasarkan BPPTKG Pagi ini, Rabu (11/8), Gunung Merapi melontarkan 59 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,2 km ke barat daya. Dengan hembusan terjadi sebanyak empat kali, amplitudo 3-6 milimeter berdurasi 13,5-18 detik.

Gempa hybrid/ fase banyak terjadi 21 kali dengan amplitudo 3-18 milimeter, S-P 0.3-0.6 detik dan berdurasi 6.5-7.6 detik. Kemudian,  terjadi vulkanik dangkal sebanyak delapan kali dengan amplitudo 30-75 militer berdurasi 8,1-17,1 detik. Serta, tektonik jauh terjadi sebanyak tujuh kali dengan amplitudo 2-9 milimeter, S-P 17,24-18,76 detik berdurasi 47,9-91,3 detik. (ifa/han)

Sumber: Tribun News

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: