Sejak Awal Desember 2020, Telah Terjadi 35 Bencana Tanah Longsor di Magelang

BNews–MUNGKID-– Bulan Desember 2020, wilayah Kabupaten Magelang sering terjadi hujan dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya, kejadian bencana tanah longsor melanda di 10 Kecamatan di Kabupaten Magelang.

Seperti yang disampaikan Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang melalui akun resmi twitter mereka @BPBDkabMagelang Jumat malam (18/20/2020).

Dimana disebutkan bahwa sejak awal bulan Desember hingga tanggal 18 Desember sudah terjadi tanah longsor di 35 titik di Kabupaten Magelang.

“Setelah melewati dasarian ke 1 dan 2 bulan Desember, curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Tengah cukup tinggi termasuk di Kabupaten Magelang. Hal ini menyebabkan ancaman bencana hidrometeorologi semakin tinggi,” tulisnya.

Berdasarkan data Pusdalop-PB BPBD Kabupaten Magelang, hingga Jum’at, 18 Desember 2020 pukul 18.00 WIB telah terjadi 35 kejadian tanah longsor yang tersebar di 10 kecamatan.

Kejadian tanah longsor terbanyak terjadi di Kecamatan Windusari sebanyak 9 kali, diikuti Kecamatan Pakis sebanyak 8 kali, Kecamatan Tempuran 4 kali; Kecamatan Salaman, Kajoran, Grabag masing-masing 2 kali, lalu di Kecamatan Borobudur dan Tegalrejo masing-masing 1 kali.


“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun terdapat 7 rumah rusak ringan, 2 rusak sedang, dan 1 rusak berat,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dituliskannya juga, bahwa BMKG memperkirakan puncak dari fenomena La Nina akan terjadi pada bulan Desember hingga Februari 2021 mendatang.

Selain itu, mayoritas topografi Kabupaten Magelang adalah lereng curam yang diapit 5 gunung (Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong, Telomoyo); dan 1 pegunungan yakni Pegunungan Menoreh.

“ Artinya potensi terjadinya bencana hidrometeorologi (tanah longsor, banjir, dan angin kencang) masih memungkinkan,” kutip twittnya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang serta waspada; mengingat BMKG Jawa Tengah memperkirakan curah hujan pada dasarian ke 3 bulan Desember berada pada level menengah.

“Mari tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan ini karena bencana bisa datang kapan saja, dimana saja; dan jangan lupa selalu terapkan protokol kesehatan! Tetep eling lan waspodo, lur,” tutupnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: