Mahasiswa UNIMMA Kembangan Potensi UMKM Kopi Ngaco Robusta

BNews–MAGELANG– Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) untuk mendorong mahasiswanya. Mereka tetap memberikan konstribusi nyata ke desa melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT).

Kali ini sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di Dusun Ngaglik, Grabag, Magelang menjadi salah satu lokasi pendampingan. Kelompol PPMT UNIMMA Periode II ini telah dilaksanakan mulai bulan Oktober sampai dengan November 2020.

Untuk kelompok ini diketahui Aditia Eska Wardana, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sementara kelompok PPMT yakni Januar Ristian Aji, Ansurya Yunita, Deninda Rezky Ramadhani, Rahma Ridwaningrum, dan Erista Maulin Ni’mah.

Tujuan secara umum dari kegiatan PPMT ini adalah mengoptimalkan penyelesaian permasalahan yang dihadapi masyarakat. Khususnya memajukan marketing UMKM Kopi Ngaco Robusta.

Usaha kopi yang saat ini sedang menjadi trend dan memiliki potensi yang baik, perlu memkasimalkan marketing terutama di masa pandemi ini. “ Awalnya kami melakukan survey potensi yang ada di tempat PPMT. Kemudian kami menemukan salah satu potensi yang sangat besar yaitu kopi,” ungkap Januar Ristian Aji salah satu anggota PPMT.

Setelah dilakukan survey, lanjutnya diketahui bawha usaha kopi di Dusun Ngaglik hanya dimanfaatkan sebagai dasar pembuatan bubuk kopi. Dan kelompok PPMT ini akan lebih memaksimalkan UKM Kopi tersebut.

Sementara itu persiapan yang kami lakukan ada beberapa tahap, yakni menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan pada saat pengolahan bubuk kopi menjadi Body Scrub. Kemudian memulai pengolahan Body Scrub.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Januar menyampaikan untuk mengolah bubuk kopi sampai menjadi Body Scrub, pihaknya membutuhkan waktu 1 hari dengan jumlah 20 pack olahan Body Scrub.

“Dalam pembuatan Body Scrub ini kami melakukan beberapa uji coba untuk menghasilkan Body Scrub yang berkualitas. Serta packaging yang menarik dan tidak kalah dengan Body Scrub pada umumnya juga dilakukan,”imbuhnya.

Selain itu, kata Januar pengolahan bubuk kopi yang dilakukan pada kegiatan ini dimulai dari tahap penyuluhan. “Kita sebelumnya melakukan penyuluhan juga kepada masyarakat Dusun Ngaglik. Dengan inti penyuluhan yakni tentang pengolahan bubuk kopi sebagai variasi produk olahan hasil bumi masyarakat. Dimana yang akan dijadikan produk Body Scrub,” paparnya.

Penyuluhan tersebut telah dilaksanakan bersama karang taruna Dusun Ngaglik. “Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Khsusnya mengenai olahan bubuk kopi yang dapat dikembangkan menjadi olahan yang baru; dan mampu dikembangkan oleh masyarakat setempat menjadi olahan yang bernilai ekonomis tinggi guna meningkatkan perekonomian masyarakat Dusun Ngaglik,” harapanya.

Selain materi tersebut, penyuluhan juga menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai jenis-jenis kopi serta manfaat dari biji kopi.

Sementara itu, Deninda Rezky menambahkan, sebagai mahasiswa seharusnya melakukan salah satu tugasnya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa sudah seharusnya memberika ide dan inovasi kepada masyarakat untuk membantu meningkatkan perekonomiannya. Disitulah peran mahasiswa untuk membantu masyarakat dan mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. Diharapkan dari inovasi ini mahasiswa bisa membantu masyarakat dalam memajukan perekonomian saat ini maupun pasca Pandemi covid-19,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: