Manfaatkan Medos, Desa Ini Raup Rp 12 Miliar Setahun

BNews—KLATEN— Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten menjelma menjadi desa paling kaya. Padahal, desa ini dulu dinobatkan sebagai desa termiskin di Jawa Tengah.

Adalah Kepala Desa Junaidi yang pertama melakukan revolusi. Dia membuat trobosan-trobosan tak biasa untuk memulai pembangunan desa. “Sektor Pariwisata saya genjot,” kata dia.

Advertisements


Terbukti dengan meningkatnya pendapatan desa dengan pesat menjadi Rp 120 juta per tahun. Selanjutnya pendapatan desa menjadi terus semakin bertambah dari tahun ke tahun dan kini menembus Rp 12 miliar dalam setahun.


Wisata Umbul Ponggok adalah buah pemikiran dan revolusi desanya. Memanfaatkan dana desa dia menyulap umbul ponggok menjadi destinasi wisata yang tak biasa. Inspirasinya adalah pemandangan laut Bunaken.

Hingga akhirnya jadilah destinasi wisata berkelas. Spot spot foto di dalam kolam renang yang jernih dan eksotis.

Kepala desa yang sudah menjabat selama 13 tahun ini membeberkan empat jurus andalan dalam upayanya membangun Desa Ponggok. Diantarnaya, perencanaan tata ruang perencanaan yang matang, pengelolaan Badan Usaha  Milik Desa (BUMDes), Sumber Daya Manusia (SDM), dan Ilmu teknologi.

Dia memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan destinasi wisatanya. Sehingga menjadi viral dimana-mana. Dampaknya banyak orang yang datang.

Dialnsir dari Miqdar Habib Ranum  Kini pendapatan Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten sudah puluhan milyar  Rp 12 Miliar. Uang itu kemudian oleh Kepala Desa dikembalikan lagi ke masyarakat.

Melalui pembangunan infrastruktur. Juga program satu rumah satu sarjana. Dimana, desa memberikan bantuan biaya sekolah hingga S1 bagi warganya.

“Desa Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyantuni semua lansia yang ada di desa. Dan mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dengan  bantuan dari kas desa,” ungkapnya. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: