Media Karikatur Dengan Model Problem Basic Learning Dalam pembelajaran Teks Anekdot SMA

BNews-MAGELANG- Ranah pembelajaran dalam kurikulum merdeka saat ini memerlukan langkah profesional seorang pendidik untuk mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Akan tetapi, keseluruhan proses tersebut membutuhkan upaya dari pendidik untuk mempersiapkan strategi pembelajaran secara optimal yang bersifat inovatif dan kreatif.

Strategi tersebut sebagai dasar dalam pelaksanaan kegiatan belajar untuk dapat membangun kreativitas; dan keaktifan siswa serta membentuk proses belajar yang menyenangkan sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang menyeluruh.

Terkait praktik pembelajaran yang merujuk pada proses pembelajaran inovatif dan kreatif tersebut sesuai; dengan pengalaman mengatasi permasalahan siswa kelas X8 di SMA Negeri 2 Magelang untuk meningkatkan motivasi siswa; dalam keterampilan menulis teks anekdot yang sesuai struktur dan kaidah kebahasaan.

Penelaahan praktik pembelajaran tersebut didasarkan penggunaan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) sehingga dapat dikaji secara menyeluruh.

Kondisi yang melatarbelakangi permasalahan dalam proses pembelajaran materi Teks Anekdot di kelas X8 dapat diketahui dari rendahnya kemampuan siswa untuk menulis teks anekdot secara terstruktur.

Hal itu dapat diukur dari kemampuan siswa yang pada umumnya belum memahami materi teks anekdot secara menyeluruh sehingga mengalami kesulitan untuk memahami karakteristik, struktur dan kaidah teks anekdot. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan untuk menentukan topik, gagasan, dan pengembangannya dalam kegiatan menulis teks anekdot.

Pada umumnya keseluruhan permasalahan tersebut dapat diketahui bahwa akar penyebab masalah meliputi model; metode, dan media pembelajaran oleh guru yang kurang membimbing dan memotivasi siswa secara mandiri; untuk menemukan topik ataupun gagasan sehingga kurang kreatif dalam menulis teks anekdot.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dalam hal ini, peran serta tanggung jawab sebagai seorang guru dan pelaksana aksi dalam proses pembelajaran; harus mampu menjadi motivator dan fasilitator bagi siswa. Terutama dalam mengatasi permasalahan yang terkait dengan motivasi belajar yang dialami siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diajarkan.

Selain itu, diperlukan usaha untuk mendesain, mengelola, dan melaksanakan pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta menyenangkan dengan menggunakan model, metode, maupun media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi yang dianggap tepat sesuai dengan karakteristik siswa.

Langkah tersebut memunculkan beberapa tantangan yang dihadapi pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran menulis Teks Anekdot. Melalui langkah mengidentifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru dan kepala sekolah serta dari analisis hasil kajian literatur dapat diketahui bahwa ada beberapa tantangan terkait.

Hal itu meliputi aspek motivasi belajar siswa yang masih rendah. Selanjutnya, guru belum mengoptimalkan; penggunaan model pembelajaran yang inovatif dengan pemanfaatan media. Di samping itu, metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih bersifat membosankan dan kurang variatif.

Aspek itu dipengaruhi oleh guru yang belum mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang menarik, kreatif, dan inovatif. Akibatnya, secara menyeluruh akan terlihat pula pembelajaran yang belum terpusat pada siswa.

Berbagai tantangan itu menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara. Proses tersebut dapat; dimulai dengan menumbuhkan motivasi belajar peserta didik melalui tahapan pembelajaran yang menyenangkan.

Selanjutnya, pemilihan model pembelajaran yang inovatif pada materi ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Selaras pula dengan pemilihan metode pembelajaran yang bervariatif sehingga peserta didik lebih bersemangat dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang tepat dalam menunjang model pembelajaran yang dipakai.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Semua itu dengan dilengkapi pula pemilihan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi untuk menambah motivasi dan semangat belajar peserta didik sehingga dapat melibatkan siswa untuk aktif dan kreatif.

Untuk itu, memerlukan kerja sama yang melibatkan guru sebagai pelaksana aksi, siswa sebagai partisipan, rekan sejawat yang akan saling berbagi ilmu, serta kepala sekolah yang akan selalu memberikan arahan dan bimbingan secara berkesinambungan.

Adapun langkah-langkah untuk menghadapi tantangan yang ada, dapat diterapkan oleh seorang guru profesional. Dalam hal ini pada topik materi keterampilan menulis Teks Anekdot pada proses pembelajaran kepada siswa dapat dimulai dari aspek yang berkaitan dengan motivasi belajar siswa, yaitu guru membimbing siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan konsep belajar aktif, kreatif, dan inovatif.

Selanjutnya, aspek model pembelajaran yang dipilih guru dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL).

PBL dapat mendorong siswa untuk belajar melalui berbagai permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-har;i yang dikaitkan dengan pengetahuan yang telah atau akan dipelajarinya sehingga siswa dapat terlibat secara langsung dengan berbagai isu dan persoalan kehidupan sehari-hari; belajar bagaimana memahami, dan menyelesaikan persoalan nyata.

Berikutnya, aspek metode pembelajaran yang diterapkan dalam strategi pembelajaran. Dalam hal ini, guru bisa menggunakan strategi Think Pair Share (TPS). Strategi TPS adalah salah stu bentuk model pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk meningkatkan pola interaksi siswa sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar siswa.

Hal itu karena memungkinkan siswa untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain, sehingga; partisipasi siswa optimal serta dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan partisipasi mereka ke orang lain.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Di samping model dan metode pembelajaran, aspek pendukung berkaitan dengan media pembelajaran. Dalam hal ini, guru menggunakan media karikatur sebagai bentuk penerapan berpikir kritis dalam pembelajaran menulis; berorientasi sense of humor yang dapat menjadikan siswa menjadi antusias.

Media pembelajaran karikatur adalah media pembelajaran dalam bentuk gambar yang bermuatan humor; dengan objek manusia atau benda yang digambarkan dengan pemilihan tubuh atau wajah serta mengandung suatu makna tertentu; bagi pembaca sehingga dapat menjadi satu alternatif pilihan sebagai media pembelajaran.

Secara keseluruhan aspek-aspek tersebut dapat diterapkan dalam tahapan langkah proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam materi menulis Teks Anekdot yang meliputi beberapa ciri-ciri bagian.

Pertama, orientasi peserta didik pada masalah yang dapat ditelaah ketika siswa mengamati media visual karikatur; yang sudah ditentukan dalam beberapa topik oleh guru dalam slide PPT. Kedua, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar; yaitu siswa dalam memahami dan menganalisis topik, gagasan dan pesan dalam media karikatur dengan kritis dan reflektif secara berpasangan dalam kelompok.

Ketiga, membimbing penyelidikan peserta didik yang dapat dilakukan oleh siswa dalam kelompok untuk saling berbagi informasi; secara bergiliran dari hasil menginterpretasi topik, gagasan dan pesan dari media karikatur yang telah dipilih dengan pembimbingan guru; untuk dijadikan dasar menyusun kerangka teks.

Keempat, mengembangkan dan menyajikan hasil karya yang dapat diterapkan saat siswa dalam satu kelompok mengolah; mengembangkan kerangka karangan, dan menyajikan dalam bentuk teks anekdot secara logis, runtut, kritis, dan kreatif sesuai struktur dan kaidah.

Langkah akhir, yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah pada tahapan siswa saling memberikan komentar dan masukan atas penampilan temannya serta menyimak tanggapan guru.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) tersebut; dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis, menumbuhkan inisiatif peserta didik dalam bekerja; motivasi internal dalam belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

Selain itu, siswa dapat mengembangkan keterampilan berfikir dan menjawab dalam komunikasi antara satu dengan yang lain; serta bekerja saling membantu dalam kelompok kecil. Hal itu didukung dengan penggunaan media karikatur; sebagai alat pembelajaran untuk membuka interpretasi siswa terhadap informasi yang disampaikan.

Di samping itu, keterpaduan seluruh aspek yang mencakup materi, model, metode, dan media ajar dalam; pembelajaran menunjukkan hasil signifikan terhadap motivasi belajar maupun kemampuan siswa untuk menentukan; gagasan yang menarik sehingga mampu menulis Teks Anekdot berdasarkan ciri-ciri, struktur dan kaidahnya secara kreatif.

Akibat lainnya, konsep kritikan melalui Teks Anekdot dapat terbangun dan tersampaikan sesuai tujuan pembelajaran. Selain itu, respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang.

Hal itu bisa dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran, siswa mampu memberikan refleksi bahwa pembelajaran menyenangkan dan media pembelajarannya menarik juga mudah dipahami.

Dalam hal ini, faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan dengan penguasaan guru terhadap model, metode; media pembelajaran, dan langkah-langkah rencana pelaksaanaan pembelajaran yang sudah dibuat; sehingga dapat dilaksanakan dengan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Oleh karena itu, mendorong siswa untuk aktif dan kreatif. Namun, ketercapaian hasil belajar siswa tidak akan optimal jika perencanaan pembelajaran tidak didukung dengan keseluruhan strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dengan demikian, pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan proses dan kegiatan yang sudah guru; lakukan merujuk langkah guru yang seyogyanya untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memilih strategi pembelajaran.

Hal itu meliputi ketepatan metode, model, dan media pembelajaran agar membuat proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan, yaitu meningkatkan motivasi siswa untuk menulis Teks Anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah yang tepat.

Penulis : Priyo Wahyu Setyanto, S.Pd
Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Magelang

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: