Melongok Budidaya Kutu Air, Bisnis Pakan Ikan yang Mudah dan Menguntungkan

BNews—JOGJAKARTA— Selama ini sebagian orang menganggap jika kutu air merupakan hewan yang harus dimusnahkan karena dapat merugikan manusia. Padahal, bagi para pecinta ikan hias, zooplankton ini merupakan sumber pakan alami bernilai protein yang cukup tinggi.

Kutu air biasanya digunakan untuk pakan ikan hias seperti ikan cupang atau guppy. Dan juga cocok bagi benih ikan yang masih dalam tahap pertumbuhan. Sebab, hewan yang berukuran 0,2-0,6 milimeter ini memiliki kandungan protein mencapai 66 persen dan lemak enam persen. 

Salah satu warga yang membudidayakan kutu air sebagai pakan ikan adalah Ananto Wahyu Eko Setiawan. Wahyu, biasa disapa, ternyata lebih dulu berkecimpung di dunia ikan hias.

”Aneka ikan hias utamanya saat masih benih harus rutin diberi asupan protein tinggi. Selain jenis cacing sutera, bisa juga dengan kutu air. Tapi budidaya cacing sutera lebih rumit,” kata warga Kadipiro Seyegan Sleman saat ditanya alasan memilih budidaya kutu air.

Wawan menjelaskan, saat ini membudidayakan kutu air di empat bak kolam. Sebagian hasil panenan digunakan sendiri, namun ada juga yang dibeli orang. Di atas bak-bak kolam dibuatkan atap dari plastik UV, sehingga sinar matahari tetap bisa menembus ke kolam.

”Penting diperhatikan, saat musim penghujan, kolam untuk membudidayakan kutu air, sebaiknya jangan sampai kena air hujan,” jelasnya seperti dikutip Merapi.

Terang dia, untuk membudidayakan kutu air, di dalam bak kolam cukup diberi kotoran burung puyuh yang dikemas dalam karung. Ia sudah rutin disuplai kotoran burung puyuh oleh temannya dengan harga Rp10 ribu perkarung.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Dirinya memberikan tips jika ingin cepat muncul kutu air, maka perlu diberi starter atau pancingan kutu air secukupnya. Dalam waktu tiga hari, kutu air semakin banyak dan sudah layak dipanen sampai hari kelima.

”Selanjutnya diganti air lagi dan diberi kotoran puyuh baru lagi sehingga bisa rutin panen. Saat ini harga kutu air rata-rata Rp10 ribu permililiter,” urainya.

Wawan menuturkan, benih ikan hias yang cocok diberi makan kutu air diantaranya ikan koki, manfis, cupang dan guppy. Koki misalnya, rata-rata umur lima hari setelah menetas dari telur, anakan ikan koki diberi kutu air selama sekitar sepuluh hari.

”Selain mendukung kesehatan, juga bagus untuk pertumbuhan benih ikan koki,” tuturnya.

Setelah umur sepuluh hari, pakan jenis kutu air dapat diganti dengan cacing sutera sampai umur 20 hari. Setelah itu diberi pelet paling lembut.

Adapun untuk memijahkan atau mengawinkan ikan koki, ia menerapkan satu jantan dijodohkan dengan satu betina. Terutama untuk mencari gen ikan koki kelas kontes. Selain itu juga dapat menerapkan satu betina dijodohkan dengan dua atau tiga jantan ikan koki.

”Betina yang sudah siap dipijahkan, ada sejumlah ciri antara lain bagian perut membesar dan lunak. Antara betina dan jantan dijadikan satu pada pagi hari, selama sekitar 24 jam sudah akan kelihatan telur-telur ikan koki,” ucapnya.

”Setelah itu baik betina maupun pejantan koki diambil dan ditempatkan di kolam penampungan indukan,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: