Mengenang Banjir Bandang di Grabag Magelang yang Tewaskan 13 Orang

BNews—GRABAG— Akhir April hingga Awal Mei 2017 silam menjadi sejarah paling tak terlupakan bagi masyarakat Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

Banjir bandang menerjang desa dan menewaskan sedikitnya 13 orang. Juga membuat puluhan rumah rusak parah.

Bencana terjadi 29 April sore hari. Meluluh lantahkan dusun nipis dan deles Desa Sambungrejo. Banjir yang datang secara tiba tiba itu membuat banyak warga tidak bisa menyelamatkan diri.


Proses pencarian korban banjir bandang berlangsung hingga 2 Mei 2017 lalu. Banyak korban yang terseret arus cukup jauh membuat pencarian yang dilakukan tim gabungan membutuhkan waktj ekstra.

Basarnas beserta unsur SAR gabungan menemukan korban terakhir longsor di Dusun Deles Sambung rejo (2/5/2017) sekira pukul 09.15 WIB pagi tadi. Korban atas nama Sinem (80) ditemukan di area pencarian sektor C tiga dan sudah bergeser dua kilometer dari lokasi kejadian tepatnya di Dusun Karanglo.

Kepala seksi operasi Basarnas Jateng Agung Hari P membenarkan bahwa korban yang ditemukan pagi tadi adalah Masinem, 80, warga Deles yang tak lain adalah nenek dari Jamilatun yang ditemukan sorenya.


“Awal penemuan korban yakni dalam posisi tersangkut alat berat yang kebetulan sedang membersihkan serpihan material longsoran akibat banjir bandang tersebut,” tegas Agung kala itu.


Agung menjelaskan korban kemudian dibawa Puskesmas Grabag untuk dilakukan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Agung menambahkan, total Korban yang berhasil ditemukan meninggal ada 12 dengan rincian hari pertama lima korban ditemukan meninggal pada Sabtu (29/4/2017).


Kemudian dilanjutkan pada Minggu (30/4/2017) lima korban kembali ditemukan Tim SAR gabungan disusul pada tanggal (1/5-2017) dan (2/5/2017) masing-masing satu korban dengan area pembagian pencarian di tiga sektor yakni sektor A di Sambungrejo, sektor B di Nepis dan Sektor C di Deles.


“Dengan ditemukannya korban terakhir ini maka untuk pencarian terhadap semua korban banjir bandang tersebut dihentikan dan dilanjutkan dengan relokasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan pihak Bpbd dan Pemkab setempat,” jelas dia. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: