Mengenang Tragedi Banjir Bandang di Grabag Magelang Yang Tewaskan 13 Orang

BNews–MAGELANG– Empat tahun sudah sebuah tragedi bencana alam yang menewaskan 13 orang meninggal dunia di Magelang. Tanggal 29 April 2017 silam, Banjir Bandang terjadi di wilayah Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

Saat itu 29 April 2017 di kawasan Gunung Merbabu terjadi hujan dera sejak Sabtu siang hingga sore hari. Akibatnya Bencana Alam Banjir Bandang terjadi melanda Dusun Nipis Desa Sambungrejo Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang.

Sekitar pukl 14.30 wib, Banjir Bandang yang membawa air disertai lumpur, batu dan phon tumbang menyapu permukiman warga,

Beberapa rumah warga rusak berat, bahkan yang hancur terendam material banjir bandang. Saat itu update pukul 20.00 wib, dilaporkan 5 orang meninggal dunia 5 orang hilang dan 3 orang luka berat.

Lima korban meninggal dunia saat itu adalah Sutar, 50, Sumisah, 60, Mirah, 30, Slamet, 60, dan balita anak dari Ibu Bidan Aryanti. Sementara dilaporkan Lima orang hilang adalah Deni (suami Ibu Aryanti), Fazia (anak sulung Ibu Aryanti), Mardiyah, anak dari Ibu Mardiyah, dan Bu Par (pembantu Ibu Aryanti). Sedangkan tiga orang luka berat adalah Nanda (13), Malan (30), dan Aryanti.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Perlu diketahui, Aryanti adalah bidan desa setempat. Dirinya saat itu berhasil dievakuasi dari reruntuhan  rumah dinas bidan ; sedangkan  anak dan pembantunya belum berhasil ditemukan.

Namun setelah dilakukan pendataan dan pencarian hingga 2 Mei 2017, terdapat 13 warga meninggal dunia. Termasuk diantaranya yang mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Untuk kronologi kejadian, diberitakan saat itu bermula adanya hujan dengan intensitas sangat deras di wilayah Kecamatan Grabag sejak siang hari. Dimana yang membuat Sungai Ndaru anakan yang berada di Dusun Nipis meluap dan membawa material longsor.

Daerah aliran sungai Ndaru anakan merupakan bagian dari Sungai Ndaru yang berada di Desa Citrosono  dan bermuara ke Sungai Elo. Debit sungai masuk ke perkampungan dengan cepat dan arusnya deras sekali.

Debit sungai dari bagian hulu membawa lumpur dan batu yang menyebabkan pohon tumbang dan menerjang rumah termasuk beberapa warga yang ada di sekitarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: