Merasa Tak Bersalah, Terdakwa Tragedi Susur Sungai SMP Turi Minta Bebas

BNews—JOGJAKARTA— Terdakwa pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman; DDS, 58, dan RY, 58, meminta dibebaskan atau diputus lepas. Pasalnya, kedua terdakwa menilai tidak terbukti melakukan kelalaian atau kealpaan yang menyebabkan sepuluh siswi tewas dalam kegiatan tersebut.

Permohonan kedua terdakwa itu disampaikan dalam sidang pembacaan pledoi (pembelaan) di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Senin sore (3/8). Sementara terdakawa IYA, 36, dalam pembelaan meminta majelis hakim pemeriksa perkara dan memberikan hukuman seringan-ringannya.

”Kami tak sependapat dengan tuntutan jaksa karena tuntutan itu telah melukai rasa keadilan. Untuk itu dalam pledoi, kami meminta agar terdakwa DDS dibebaskan,” kata penasihat hukum terdakwa DDS, Safiudin disela-sela persidangan.

”Kami menganggap terdakwa tidak terbukti apa yang telah didakwa jaksa penuntut umum,” sambungnya.

Baca juga: Pamit Terakhir Sovie, Siswi Asal Srumbung kepada Ayahnya Sebelum Tragedi Susur sungai di Turi

Safiudin mempertanyakan alasan ketiga terdakwa yang memiliki peran berbeda dituntut hukuman sama, yakni dua tahun penjara. Padahal dalam suatu tindak pidana harus diuraikan siapa orang yang menyuruh melakukan, orang yang melakukan dan orang yang turut serta melakukan.

”Untuk itu mohon kepada majelis hakim pemeriksa perkara ini untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa. Atau kalau majelis hakim memiliki pendapat lain mohon putusan seadil-adilnya,” terangnya.

Loading...

”Karena dalam tragedi susur sungai terdakwa telah melakukan tupoksi dari awal sampai akhir dengan menjadi juru foto sebagai tugas dan tanggung jawab,” bela dia.

Sementara penasihat hukum terdakwa RY Sudarsono didampingi Bedjo WTP SH menolak secara tegas dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum. Pihaknya menilai terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana yang didakwakan jaksa.

”Dalam kejadian itu terdakwa tidak berada di lokasi karena menggantikan bu Maya dan berperan menjaga barang-barang para siswa. Untuk itu kami meminta agar terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan atau meminta putusan seadil-adilnya,” tegas Sudarsono.

Seperti diketahui, tragedi itu terjadi di Sungai Sempor, Turi, Sleman beberapa waktu lalu. Sebanyak sepuluh siswa SMPN 1 Turi tewas akibat dihantam banjir saat kegiatan pramuka. Tiga pembina pramuka itu dituntut dua tahun penjara. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: